Kemenhaj: 162 Ribu Dokumen Haji Diproses, Target Selesai Awal Maret

- Jumat, 27 Februari 2026 | 15:40 WIB
Kemenhaj: 162 Ribu Dokumen Haji Diproses, Target Selesai Awal Maret

Proses pemvisaan jamaah haji Indonesia terus digenjot oleh Kementerian Haji dan Umrah. Perkembangannya cukup signifikan. Hingga kini, sudah sekitar 162 ribu dokumen jamaah yang berhasil diproses. Nah, tinggal tersisa kurang lebih 40 ribu dokumen lagi yang masih harus diselesaikan.

Ian Heriyawan, Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, membeberkan bahwa timnya yang berjumlah 85 personel bekerja tanpa henti, 24 jam sehari. Tujuannya jelas: memastikan semua dokumen selesai tepat waktu.

"Kami bekerja 24 jam penuh dalam memproses dokumen dan pemvisaan. Sejauh ini, lebih kurang 162 ribu jamaah sudah berproses, tersisa sekitar 40 ribuan. Untuk visa yang sudah dicetak sendiri sudah mencapai angka 57 ribu," jelas Ian dalam keterangan pers, Jumat (27/2/2026).

Meski begitu, Ian tak menampik ada sejumlah kendala yang menghadang. Tantangan teknis utama datang dari sisi konektivitas sistem dengan pihak Arab Saudi. Belum lagi proses pemaketan layanan yang terkait dengan penentuan akomodasi hotel dan kamar untuk jamaah.

"Tantangan utamanya adalah koneksitas teknis dengan Saudi dan sinkronisasi pemaketan layanan, karena ini sangat krusial untuk memastikan kepastian akomodasi jamaah selama di sana," tuturnya.

Di sisi lain, permintaan mutasi atau pindah kloter dari sejumlah jamaah sempat menjadi persoalan tersendiri. Untungnya, menurut Ian, proses mutasi itu sudah dibatasi sejak dua pekan lalu. Langkah ini diambil agar komposisi kloter yang sudah terbentuk tetap stabil dan tidak berantakan.

Lalu, kapan target penyelesaiannya? Ian menargetkan semua proses pemvisaan rampung pada awal Maret mendatang. Atau, paling lambat, satu minggu sebelum hari raya Idul Fitri tiba.

"Sesuai timeline, kami berharap awal Maret semua sudah clean. Bahkan jika proses pemaketan layanan di Saudi berjalan cepat, kami optimistis bisa tuntas di akhir Februari ini," kata Ian dengan nada optimis.

Menariknya, proses yang berbarengan dengan bulan Ramadan ini justru tidak dianggap sebagai halangan. Malah sebaliknya.

"Anak-anak (Tim Visa) malah senang. Biasanya setelah Qiyamul Lail, mereka langsung lanjut bekerja hingga waktu sahur. Saya ikut menemani mereka untuk memastikan semua berjalan lancar," ujar Ian, menggambarkan semangat tim di tengah suasana ibadah Ramadan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar