Di sisi lain, permintaan mutasi atau pindah kloter dari sejumlah jamaah sempat menjadi persoalan tersendiri. Untungnya, menurut Ian, proses mutasi itu sudah dibatasi sejak dua pekan lalu. Langkah ini diambil agar komposisi kloter yang sudah terbentuk tetap stabil dan tidak berantakan.
Lalu, kapan target penyelesaiannya? Ian menargetkan semua proses pemvisaan rampung pada awal Maret mendatang. Atau, paling lambat, satu minggu sebelum hari raya Idul Fitri tiba.
"Sesuai timeline, kami berharap awal Maret semua sudah clean. Bahkan jika proses pemaketan layanan di Saudi berjalan cepat, kami optimistis bisa tuntas di akhir Februari ini," kata Ian dengan nada optimis.
Menariknya, proses yang berbarengan dengan bulan Ramadan ini justru tidak dianggap sebagai halangan. Malah sebaliknya.
"Anak-anak (Tim Visa) malah senang. Biasanya setelah Qiyamul Lail, mereka langsung lanjut bekerja hingga waktu sahur. Saya ikut menemani mereka untuk memastikan semua berjalan lancar," ujar Ian, menggambarkan semangat tim di tengah suasana ibadah Ramadan.
Artikel Terkait
Kemenkes Waspadai 8.224 Kasus Suspek Campak hingga Pekan Ketujuh 2026
CSIS Soroti Dampak Terbatas Perjanjian Dagang Indonesia-AS, Hanya 2% Ekspor Terfasilitasi
DKI Jakarta Tambah 63 Sekolah Swasta Gratis, Mulai Juli 2026
Pakistan Lancarkan Serangan Udara ke Afghanistan, Menteri Pertahanan Sebut Perang Terbuka