Kedua pria ini bukanlah pemain baru. Menurut pihak berwenang, mereka diduga telah mengendalikan Plaza Tijuana untuk kartelnya selama lebih dari 15 tahun. Itu waktu yang sangat lama di dunia yang kejam dan penuh intrik seperti perdagangan narkoba.
Langkah AS ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Tahun lalu, pemerintahan Trump sudah menetapkan Kartel Sinaloa sebagai organisasi teroris asing. Statusnya juga masuk dalam daftar teroris global khusus. Jadi, pengejaran terhadap para bosnya adalah konsekuensi logis dari kebijakan itu.
Kini, semua mata tertuju pada Meksiko. Bagaimana kartel akan merespons tekanan ganda ini? Satu hal yang pasti, jalan menuju perdamaian masih sangat panjang dan berliku.
Artikel Terkait
Putin Sambut Prabowo di Kremlin, Tekankan Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia
Timnas U-17 Indonesia Bantai Timor Leste 4-0 di Pembuka Piala AFF
Mendagri Tito Soroti Pengawasan Dana Otsus dan Keistimewaan, Sorot DIY Sebagai Model
Ekonom UI Proyeksikan Pertumbuhan Kuartal I 2026 Capai 5,54%, Tapi Peringatkan Pelemahan Daya Beli