Kedua pria ini bukanlah pemain baru. Menurut pihak berwenang, mereka diduga telah mengendalikan Plaza Tijuana untuk kartelnya selama lebih dari 15 tahun. Itu waktu yang sangat lama di dunia yang kejam dan penuh intrik seperti perdagangan narkoba.
Langkah AS ini sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Tahun lalu, pemerintahan Trump sudah menetapkan Kartel Sinaloa sebagai organisasi teroris asing. Statusnya juga masuk dalam daftar teroris global khusus. Jadi, pengejaran terhadap para bosnya adalah konsekuensi logis dari kebijakan itu.
Kini, semua mata tertuju pada Meksiko. Bagaimana kartel akan merespons tekanan ganda ini? Satu hal yang pasti, jalan menuju perdamaian masih sangat panjang dan berliku.
Artikel Terkait
Lapangan Padel di Pulomas Disegel Permanen Lantaran Tak Miliki Izin SLF
Pelatih Panjat Tebing Diduga Lakukan Pelecehan Seksual dan Kekerasan Fisik terhadap Delapan Atlet
Harga Perak Antam Tembus Rp55.100 per Gram, Lanjutkan Tren Kenaikan
Baku Tembak di Perairan Kuba Tewaskan Empat Orang, Havana Tuduh Infiltrasi Teroris dari AS