Udara Sabtu (22/11) siang di Petamburan, Jakarta, dipecahkan oleh riuh rendah anak-anak. Mereka berlarian mengejar gelembung-gelembung sabun yang berterbangan, menciptakan pemandangan yang kontras dengan kesibukan kota di sekelilingnya.
Bagi mereka, bahagia itu sederhana sekali. Cukup dengan sisa sabun cuci piring dari rumah, imajinasi, dan kebersamaan. Tak perlu mainan mahal atau wahana hiburan.
Radit, salah satu dari mereka, adalah sumber tawa hari itu. Dengan ceria, ia dan kawan-kawannya berkumpul di sebuah lapangan dekat Kali Banjir Kanal Barat. Modal utamanya? Hanya sebotol sabun cuci piring yang nyaris habis.
Di sisi lain, momen seperti ini adalah pengingat yang manis. Di tengah pemukiman yang padat dan hiruk-pikuk ibu kota, tawa polos anak-anak itu membuktikan suatu hal. Kebahagiaan sesungguhnya tidak selalu harus dibeli.
Inilah potret masa kecil yang paling jujur. Bermain dan menikmati hal-hal sederhana, yang kelak akan melekat dalam memori sebagai kenangan paling berharga.
Artikel Terkait
Persebaya Vs PSM Makassar: Duel Sengit Dua Raksasa di Markas Bajul Ijo
Sorloth Cetak Hattrick, Atletico Madrid Gasak Club Brugge 4-1
Jadwal Imsak Kota Medan 25 Februari 2026 Pukul 05.12 WIB
Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.17 WIB, Disusul Subuh 04.27 WIB