Di Istana Basman, Kota Amman, pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II dari Yordania membahas sebuah isu yang mendesak. Prabowo menyampaikan keprihatinannya yang mendalam. Bukan hanya soal Gaza, tapi juga situasi di Tepi Barat yang menurutnya mengkhawatirkan.
Pertemuan bilateral itu digelar Rabu lalu. Dan di sana, Prabowo secara terbuka menyuarakan kegelisahannya.
"Kami sangat prihatin terhadap masalah yang terjadi di Tepi Barat," ujarnya.
Lalu ia melanjutkan dengan nada yang lebih serius, "Kami merasa bahwa ini dapat mempengaruhi keberhasilan apa pun yang kami coba lakukan di Gaza."
Poinnya jelas: upaya menciptakan stabilitas di Gaza bisa saja terganggu oleh dinamika yang terjadi di wilayah Palestina lainnya. Semuanya saling terhubung. Menurut Prabowo, keberhasilan diplomasi dan aksi kemanusiaan di Gaza mustahil dicapai tanpa melibatkan negara-negara tetangganya. Itu sebabnya peran Yordania dianggap krusial.
Artikel Terkait
Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 11 Bulan ke Depan
Polri Ungkap Kerugian Rp92,64 Miliar Akibat Maraknya Penipuan Haji
KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Tersangka OTT, Modus Pemerasan Jadi Tren 2026
BRI Jadi Bank Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi Kualitas Software ISO/IEC 25000