Indonesia pun mendorong agar koordinasi dengan Kerajaan Hasyimiah itu diperkuat. Posisi geografis dan politik Yordania dinilai strategis untuk memantau situasi secara langsung.
"Kami berharap dapat memiliki kerja sama yang erat karena Anda adalah pihak paling dekat dengan persoalan Gaza," kata Prabowo kepada Raja Abdullah II.
Tak cuma itu, Prabowo juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif dan berkelanjutan antara kedua negara. Tujuannya agar respons terhadap setiap perkembangan di lapangan bisa cepat, tapi juga terukur. Ia ingin memastikan langkah-langkah yang diambil tidak reaktif semata.
"Indonesia ingin memastikan setiap langkah yang diambil tetap berada dalam kerangka solusi jangka panjang," tegasnya.
Pertemuan itu, pada akhirnya, lebih dari sekadar kunjungan diplomatik biasa. Ada sebuah urgensi yang coba diangkat, sebuah peringatan bahwa perdamaian di Gaza bisa saja rapuh jika api di Tepi Barat terus dibiarkan menyala.
Artikel Terkait
Mentan: Stok Beras Nasional Capai 5 Juta Ton, Tertinggi Sejak Indonesia Merdeka
BGN Jelaskan Alasan Anggarkan Rp113 Miliar untuk Jasa Event Organizer
Inflasi AS Melonjak ke Level Tertinggi Setahun Akibat Konflik Iran dan Harga BBM
Wamenkominfo: Infrastruktur Telekomunikasi Kunci Utama AI untuk Dongkrak Pertanian