Kaesang Soroti Banyak Mantan Kader Partai Lain Pimpin Wilayah PSI

- Minggu, 12 April 2026 | 13:05 WIB
Kaesang Soroti Banyak Mantan Kader Partai Lain Pimpin Wilayah PSI

Di sebuah hotel di kawasan Slipi, Jakarta Barat, suasana konsinyering PSI berlangsung cukup cair. Minggu (12/4/2026) itu, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep berbicara blak-blakan di depan kadernya. Intinya, dia punya pesan penting dari Dewan Pembina: struktur kepengurusan partai harus dibentuk sampai ke tingkat desa. Titik.

Pembicaraan awalnya mengerucut soal perkembangan Dewan Perwakilan Wilayah dan Daerah. Kaesang menyoroti sebuah fakta menarik: beberapa pimpinan di level itu ternyata adalah mantan kader partai lain. Dia tampak hafal betul profil mereka.

"NTB ini juga udah bagus, padahal ketuanya baru juga kan?" ujarnya, menyela pembicaraan.

Lalu, sejenak dia mencari-cari. "Mana NTB?"

"Ketua NTB mantan sekretaris partai sebelah," tambah Kaesang, disambut tawa riuh.

Memang, yang memimpin DPD PSI NTB adalah Halalu Budi Suryata, seorang eks kader PDIP. Contoh lain datang dari Sumatera Selatan. Di sana, DPW PSI dipimpin Heri Amalindo. Dia bukan cuma mantan kader partai yang sama, tapi juga pernah menjabat sebagai Bupati Penukal Abab Lematang Ilir.

"Sumsel mana ya?" sambung Kaesang, seolah mengingat-ingat.

"Oh itu, itu ada satu juga. Mantan partai sebelah juga ya, Pak? Dulu satu partai sama Ketua NTB," jelasnya sambil tersenyum. "Partainya apa, tanya sendiri sama Ketua NTB."

Di sisi lain, progress pembentukan struktur di bawahnya ternyata cukup menggembirakan. Kaesang memaparkan bahwa pembentukan DPC PSI sudah mencapai 74%. Angka itu, menurutnya, bukan pencapaian kecil.

"Buat saya ini adalah suatu pencapaian yang sangat, sangat-sangat baik," ucapnya penuh semangat.

"Bayangkan, ketika pertama kali saya memimpin partai ini, semuanya kan masih kosong. Bahkan DPD pun masih banyak yang bolong. Tapi alhamdulillah sekarang sudah punya kecamatan, perwakilan di kecamatan, dan ada 5.000 lebih."

Nada bicaranya terdengar lega, namun juga penuh tekad. Target berikutnya jelas: merambah hingga ke desa-desa.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar