Lantas, apa yang sebenarnya dicari? Sorotan utama bermula dari dokumen-dokumen Epstein yang dibuka Departemen Kehakiman AS awal Januari lalu. Dokumen itu mengungkap fakta mengejutkan: Andrew diduga mengirim dokumen rahasia negara kepada Epstein. Peristiwa ini terjadi saat ia masih menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris, sebuah posisi yang tentu saja mengharuskannya menjaga kerahasiaan informasi.
Di sisi lain, Andrew selalu bersikukuh membantah segala bentuk kesalahan terkait Epstein. Meski begitu, ia pernah mengungkapkan penyesalan karena pernah bertemu dengan pria bermasalah itu.
Namun begitu, masalahnya mungkin tak berhenti di situ. Kepolisian Inggris juga membuka kemungkinan penyelidikan baru. Kali ini, mereka menyelidiki tuduhan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur yang melibatkan sang pangeran. Dalam pernyataan tanggal 20 Februari, pihak kepolisian secara terbuka mendesak siapa saja korban atau pemilik informasi untuk maju dan melapor.
Suasana di sekitar kediaman kerajaan itu kini sudah sepi. Tapi gelombang pertanyaan dan tuntutan hukum tampaknya belum akan reda dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Menkeu: Arya Iwantoro Wajib Kembalikan Dana LPDP Rp3,6 Miliar Plus Bunga
Bank Mandiri Catat Kredit Tumbuh 15,62% dan Laba Naik 16% di Awal 2026
Kecelakaan Truk Wingbox di Gatot Subroto Sebabkan Macet Parah
LPS Mulai Bayar Klaim Nasabah BPR Prima Master Bank yang Dicabut Izinnya