Menurut sejumlah saksi dan pemberitaan media kala itu, Mourinho merasa performa Muntari di lapangan menurun. Dan dia menghubungkannya dengan puasa yang dijalani pemain asal Ghana tersebut. Mourinho bahkan sampai berkomentar bahwa Muntari seharusnya tidak berpuasa dulu saat ada jadwal pertandingan yang padat.
"Seharusnya Sulley tidak berpuasa selama Ramadhan saat ada pertandingan,"
begitu kurang lebih ucapannya di tahun 2009, seperti yang dilaporkan Daily Mail. Tak cuma komentar, desas-desus juga beredar bahwa dia pernah mengusulkan untuk mencoret nama Muntari dari skuad. Gara-gara hal ini, tentu saja, sang pelatih langsung jadi bulan-bulanan kritik. Banyak kalangan, khususnya Muslim, yang menyayangkan pernyataannya yang dianggap kurang sensitif.
Kisah ini mungkin sudah belasan tahun lalu, tapi tetap relevan untuk menggambarkan sosok Mourinho. Di satu sisi, dia adalah genius taktik dengan segudang piala. Di sisi lain, caranya berkomentar seringkali menciptakan badai. Kontroversi soal puasa Ramadhan ini adalah salah satu bab yang menunjukkan bagaimana garis tipis antara keprihatinan terhadap performa tim dan penghormatan pada keyakinan pribadi seorang pemain.
Artikel Terkait
Penggeledahan Rumah Pangeran Andrew di Berkshire Resmi Berakhir
Diaspora Indonesia Sambut Hangat Presiden Prabowo di Amman
Kemenag Targetkan Cairkan Rp4,5 Triliun BOP RA dan BOS Madrasah Sebelum Lebaran 2026
Iran Siapkan Opsi Kompromi dan Ancaman Jelang Putaran Baru Perundingan Nuklir dengan AS di Jenewa