Di sisi lain, meski libur panjang, manajemen BSI memastikan layanan perbankan tak akan terganggu. Sistem monitoring yang berjalan rutin diharapkan bisa menjaga standar layanan tetap prima.
Kalau dibandingkan tahun lalu, angka persiapannya memang berbeda. Pada 2025, BSI menyiapkan dana yang jauh lebih besar, yakni Rp42,88 triliun. Jumlah itu sendiri sudah naik 14 persen dari tahun sebelumnya.
Waktu itu, Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta menyebutkan bahwa penyiapan dana telah mempertimbangkan proyeksi kenaikan pengisian ATM yang cukup signifikan, mencapai 44,58 persen.
Jadi, intinya BSI sudah bersiap. Dari sisi jumlah dana, jaringan ATM, hingga pengawasan operasional, semuanya dikerahkan untuk menyambut gelombang transaksi tunai yang biasanya memuncak tepat sebelum hari raya tiba.
Artikel Terkait
Survei Internasional: Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di ASEAN
Presiden Prabowo Dijadwalkan Temui Putin di Rusia Besok, Bahas Energi dan Geopolitik
Ekspor Kendaraan Listrik China Tembus Rekor 349.000 Unit di Tengah Gejolak Harga Minyak
Gibran Soroti Kerugian Rp 9.000 Triliun Akibat Manipulasi Faktur Ekspor-Impor