Polisi Banten Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut yang Tewaskan Bocah 11 Tahun di Pandeglang

- Selasa, 24 Februari 2026 | 00:30 WIB
Polisi Banten Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut yang Tewaskan Bocah 11 Tahun di Pandeglang

Kecelakaan maut yang sempat viral di media sosial itu akhirnya mendapat penjelasan resmi dari Polda Banten. Seorang anak berusia 11 tahun meninggal dunia dalam insiden tragis di Jalan Raya Labuan–Pandeglang.

Menurut Kombes Maruli Ahiles Hutapea, selaku Kabid Humas Polda setempat, musibah ini terjadi pada Selasa siang, 27 Januari 2026. Sekitar pukul 12.30 WIB, sebuah Suzuki XL7 dan motor Honda Revo terlibat dalam peristiwa nahas.

Korban jiwa adalah seorang bocah yang dibonceng.

"Penumpang sepeda motor berinisial KR (11) meninggal dunia di lokasi kejadian," jelas Maruli, Senin (23/2/2026).

Dari penyelidikan sementara, kronologinya sungguh memilukan. Sepeda motor yang dikendarai MA itu melaju dari Pandeglang menuju Labuan. Tiba-tiba, di tengah jalan, kendaraan itu diduga menghantam sebuah lubang.

Akibatnya, motor oleng dan terjatuh. Nahas, sang bocah yang dibonceng terlempar ke kanan jalan, persis ke jalur mobil di sampingnya. Korban pun terlindas ban belakang mobil dan tewas seketika.

Pihak kepolisian langsung bergerak cepat. Unit Laka Lantas Polres Pandeglang turun tangan melakukan olah TKP, memeriksa saksi, dan mengamankan kendaraan yang terlibat. Barang bukti diamankan. Prosedur seperti permohonan visum untuk korban dan pemberitahuan ke keluarga lewat SP2HP juga sudah dilakukan.

Yang menarik, polisi tak hanya fokus pada pengendara. Mereka juga menyurati UPT PJJ PUPR Provinsi Banten, menyoal kondisi jalan berlubang di lokasi kejadian. Lubang itu sendiri konon sudah diperbaiki pada 30 Januari lalu, tiga hari setelah tragedi.

Lantas, bagaimana proses hukumnya? Maruli menegaskan bahwa semuanya masih dalam tahap penyelidikan. Belum ada tersangka.

"Saat ini penyidik masih mendalami seluruh alat bukti dan keterangan saksi secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.

Ia pun punya pesan untuk publik. Maruli mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyidikan yang resmi.

"Kami mengajak masyarakat bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dan memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum dalam menangani perkara ini secara objektif," tutup perwira polisi itu.

Kasus ini menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar tentang keselamatan jalan. Satu nyawa melayang, dan banyak pihak kini menunggu kejelasan hukum yang adil.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar