Perjuangan itu tak selalu tampak jelas di permukaan. Kadang, ia berawal dari ruang kuliah yang sederhana, dari langkah kaki yang terburu-buru antara kampus dan kantor. Dari tekad seorang anak yang hanya ingin meringankan beban orang tuanya. Begitulah kisah Alfina Putri Rahmadya dimulai.
Semuanya berjalan sejak Mei 2018. Saat itu, Alfina memutuskan bergabung sebagai Account Officer di PNM Mekaar Unit Selebar, Bengkulu. Unit tersebut masih baru, masih dalam tahap pengembangan. Dan di waktu yang bersamaan, dia juga adalah seorang mahasiswi yang harus membagi waktu antara kerja dan kuliah. Tekadnya kuat, dipegang dari sebuah prinsip sederhana: manusia terbaik adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Prinsip itulah yang terus mendorongnya maju, bahkan saat jalan terasa berat.
Tantangan pertamanya? Bukan cuma soal memenuhi target angka. Tapi lebih dari itu: memperkenalkan konsep PNM Mekaar kepada masyarakat. Dia harus meyakinkan calon nasabah bahwa ini bukan sekadar lembaga yang memberi pinjaman. Ini adalah pendamping usaha, khusus untuk para perempuan prasejahtera.
“Saat itu, banyak yang belum paham soal konsep pendampingan. Kami datang bukan cuma bawa pembiayaan, tapi juga edukasi. Intinya, kami ingin berkembang bersama,” kenang Alfina, Rabu (18/2/2026).
Perlahan tapi pasti, kepercayaan itu mulai tumbuh. Kelompok-kelompok usaha terbentuk. Perempuan-perempuan di wilayah binaannya pun mulai merasakan dampaknya, merasakan bahwa pendampingan yang berkelanjutan itu nyata manfaatnya.
Di sisi lain, kerja keras dan disiplin Alfina ternyata diperhatikan oleh perusahaannya. Dia diberi kesempatan untuk ikut berbagai pelatihan, dari Medan, Palembang, sampai ke Jakarta. Bagi Alfina, ini pengalaman yang istimewa. Bahkan, ini jadi pertama kalinya dia naik pesawat terbang. Dunianya jadi lebih luas, begitu pula cara pandangnya tentang kepemimpinan.
“Setiap pelatihan bikin pikiran terbuka. Saya belajar bukan cuma soal pekerjaan, tapi juga soal membangun mental, kepemimpinan, dan keberanian untuk punya mimpi yang lebih besar,” ujarnya.
Dedikasinya itu akhirnya membawanya ke posisi yang lebih tinggi. Alfina dipercaya menjadi Kepala Area Mekaar di Mukomuko, memimpin delapan unit untuk melayani ribuan perempuan prasejahtera.
Kini, apresiasi atas semua komitmennya itu datang dalam bentuk yang sangat berarti: sebuah reward umrah. Bagi Alfina, perjalanan ke Tanah Suci ini bukan cuma hadiah. Ini adalah pengingat akan setiap proses yang sudah dia lalui, setiap langkah yang pernah terasa berat.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, punya pandangan sendiri soal ini. Menurutnya, setiap karyawan PNM yang bekerja dengan hati adalah cerminan budaya perusahaan. Mereka percaya pada pesan Rasulullah SAW tentang manusia yang paling bermanfaat.
“Ketika nilai itu hidup dalam diri seorang karyawan, terlihat dari kerja keras, kedisiplinan, dan ketulusannya melayani, maka perusahaan wajib hadir untuk menghargai dan mendukung perjalanannya. Apa yang diraih Alfina hari ini adalah bentuk penghormatan atas manfaat yang telah ia tebarkan bagi banyak orang,” jelas Dodot.
Artikel Terkait
Tito Paparkan Progres Huntara Capai 50 Persen, Huntap Masih Perlu Percepatan
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus USD431,7 Miliar di Akhir 2025
Mendag Klaim Stok Minyak Goreng Aman Jelang Ramadan Berkat Pasokan BUMN
Trump Sampaikan Ucapan Selamat Ramadan, Tegaskan Komitmen Kebebasan Beragama