Herry Soekirman, pria 60 tahun yang kini berstatus tersangka, diduga menjadi otak di balik pembuatan SIM palsu yang memicu musibah di Tol Krapyak, Jawa Tengah. Kecelakaan maut itu merenggut 16 nyawa. Menurut penyelidikan polisi, kemampuan teknis Herry di bidang IT menjadi kunci aksinya.
Kapolrestabes Semarang, Kombes M Syahduddi, membeberkan latar belakang Herry dalam sebuah siaran langsung.
"Dia pernah menyelesaikan pendidikan S1 di sebuah universitas swasta di Jakarta. Jadi, punya dasar kemampuan IT yang cukup," jelas Syahduddi.
Namun begitu, keahlian mengedit fotonya justru didapat secara otodidak. Herry konon mempelajari teknik Photoshop sendiri, lalu menggunakannya untuk memenuhi pesanan.
"Dia belajar sendiri, dari aplikasi itu, lalu mempraktikkannya untuk mengedit atau membuat SIM sesuai permintaan orang-orang yang menghubunginya," ujar perwira polisi itu.
Artikel Terkait
Kecelakaan Lalu Lintas di Pangkalpinang Didominasi Faktor Kelalaian Pengemudi
Rusia dan China Veto Resolusi PBB untuk Buka Kembali Selat Hormuz
Enam Perusahaan Siap Bayar Ganti Rugi Rp4,8 Triliun Atas Banjir dan Longsor Sumatra
Min Aung Hlaing Resmi Jadi Presiden, Transisi Kuasa Junta Myanmar Dikritik