BNI Luncurkan Dropbox Sampah Kertas, Daur Ulang Jadi Planting Paper

- Selasa, 17 Februari 2026 | 19:30 WIB
BNI Luncurkan Dropbox Sampah Kertas, Daur Ulang Jadi Planting Paper

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perkantoran di Jakarta, BNI bersama anak usahanya, BNI Ventures, punya cara unik untuk merayakan Hari Peduli Sampah Nasional. Mereka baru saja meluncurkan program Dropbox Sampah Kertas. Ini bukan sekadar peringatan seremonial belaka, lho. Lebih dari itu, program ini jadi upaya konkret mereka untuk membangun ekosistem pengelolaan sampah yang mengusung prinsip ekonomi sirkular di internal grup mereka.

Dua dropbox perdana sudah berdiri. Satu di Grha BNI, Dukuh Atas, dan satunya lagi di Menara BNI, Pejompongan. Tujuannya sederhana tapi penting: mengajak karyawan dan bahkan warga sekitar untuk lebih sadar memilah dan mengelola limbah kertas. Harapannya, sampah kertas itu nggak berakhir begitu saja di tempat pembuangan akhir atau TPA yang sudah sesak.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menekankan bahwa langkah ini adalah wujud nyata komitmen perusahaan.

“Ini lebih dari sekadar menyediakan tempat buang. Program ini adalah langkah nyata BNI Grup mendukung ekonomi sirkular dan mengurangi beban TPA di kota besar. Momentum HPSN mengingatkan kita bahwa urusan sampah ini tanggung jawab bersama,” jelas Okki dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).

Nah, yang menarik, kertas yang terkumpul nggak langsung jadi pulp biasa. Kertas-kertas bekas itu akan didaur ulang dengan cara khusus menjadi planting paper. Bayangkan, kertas buatan tangan yang di dalamnya terselip benih tanaman. Setelah dipakai, kertasnya bisa ditanam dan benihnya akan tumbuh. Cukup kreatif, kan? Dengan begini, siklus hidup material jadi lebih panjang dan punya nilai tambah.

Di sisi lain, keterlibatan BNI Ventures dalam program ini juga punya arti strategis. Menurut Eddi Danusaputro dari BNI Ventures, pihaknya memang punya peran untuk mendorong solusi-solusi inovatif berbasis keberlanjutan di lingkungan grup.

Untuk mewujudkan ini, BNI menggandeng mitra. Mereka bekerja sama dengan PaperPods, sebuah startup yang mengklaim punya circular paper dropbox pertama di Indonesia. Konsepnya, limbah kertas dari korporasi disalurkan untuk didaur ulang secara handmade. Yang lebih keren lagi, proses daur ulang ini melibatkan perajin perempuan senior, sehingga punya dampak pemberdayaan masyarakat.

Supaya transparan, seluruh prosesnya dilengkapi sistem pelacakan digital. Dari sini, bisa terukur berapa banyak kertas yang berhasil dialihkan dari TPA, berapa estimasi emisi karbon yang dihindari, hingga jumlah pohon yang berpotensi terselamatkan. Jadi, dampaknya jelas dan terukur.

Melalui kolaborasi antara induk perusahaan, anak usaha, dan mitra startup ini, BNI berharap gerakan sirkular ini bisa meluas. Tidak cuma di unit kerja tertentu, tapi juga ke komunitas yang lebih besar. Inisiatif semacam ini menunjukkan bahwa praktik ramah lingkungan seharusnya bukan proyek sesaat. Ia harus jadi bagian dari strategi bisnis yang berkelanjutan, yang dampaknya bisa dirasakan untuk jangka panjang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar