Di sisi lain, keterlibatan BNI Ventures dalam program ini juga punya arti strategis. Menurut Eddi Danusaputro dari BNI Ventures, pihaknya memang punya peran untuk mendorong solusi-solusi inovatif berbasis keberlanjutan di lingkungan grup.
Untuk mewujudkan ini, BNI menggandeng mitra. Mereka bekerja sama dengan PaperPods, sebuah startup yang mengklaim punya circular paper dropbox pertama di Indonesia. Konsepnya, limbah kertas dari korporasi disalurkan untuk didaur ulang secara handmade. Yang lebih keren lagi, proses daur ulang ini melibatkan perajin perempuan senior, sehingga punya dampak pemberdayaan masyarakat.
Supaya transparan, seluruh prosesnya dilengkapi sistem pelacakan digital. Dari sini, bisa terukur berapa banyak kertas yang berhasil dialihkan dari TPA, berapa estimasi emisi karbon yang dihindari, hingga jumlah pohon yang berpotensi terselamatkan. Jadi, dampaknya jelas dan terukur.
Melalui kolaborasi antara induk perusahaan, anak usaha, dan mitra startup ini, BNI berharap gerakan sirkular ini bisa meluas. Tidak cuma di unit kerja tertentu, tapi juga ke komunitas yang lebih besar. Inisiatif semacam ini menunjukkan bahwa praktik ramah lingkungan seharusnya bukan proyek sesaat. Ia harus jadi bagian dari strategi bisnis yang berkelanjutan, yang dampaknya bisa dirasakan untuk jangka panjang.
Artikel Terkait
Tips Hindari Kekacauan Saat Libur Panjang Akhir Pekan
Harga Cabai Anjlom, Bawang Merah dan Ayam Naik Tipis Menurut BI
Harga Emas di Pegadaian Masih Stabil, Galeri24 dan UBS Bertahan di Rp 2,87 Juta per Gram
Justin Hubner Terancam Izin Kerja di Belanda Meski Berstatus Homegrown di Inggris