Prediksinya, pada akhir Februari 2026 ini saja, stok sudah hampir menembus 4 juta ton. “Sekarang ini, bulan ini kemungkinan 3,94 juta ton,” tambahnya.
Lalu, bagaimana solusinya? Bulog ternyata sudah bergerak dengan menyewa tambahan gudang berkapasitas 1 juta ton. Namun begitu, lonjakan produksi yang begitu tajam membuat langkah itu terasa masih kurang.
Ya, produksi yang meningkat drastis ini memang membawa konsekuensi. Gudang-gudang yang ada tak lagi memadai. Alhasil, Bulog dipastikan perlu menyewa lebih banyak ruang penyimpanan lagi.
“Kita (Bulog) sudah sewa gudang 1 juta (ton) kapasitas, tetapi produksi beras kita meningkat tajam. Ini mungkin butuh dana tambahan (untuk menyewa gudang lagi),” ucap Amran menjelaskan situasi yang dihadapinya.
Jadi, di satu sisi kita punya beras berlimpah, tapi di sisi lain muncul tantangan baru: menyimpan semua hasil bumi itu. Sebuah masalah yang, boleh dibilang, cukup menyenangkan untuk dihadapi.
Artikel Terkait
Justin Hubner Tak Tahu Soal Polemik Paspor yang Seret Rekan Setimnasnya
JK Kritik WFH ASN: Khawatirkan Penurunan Produktivitas dan Layanan Publik
Bareskrim Sita 6 Kg Emas dan Rp1,4 Miliar dalam Pengembangan Kasus Pencucian Uang Tambang Ilegal
Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Angka Kematian Kecelakaan Turun Drastis 31%