"Kemungkinan tiga bulan ke depan (stok CBP di Bulog) 6 juta ton, sedangkan kapasitas gudang hanya 3 juta ton," jelasnya.
Kebutuhan Pendanaan untuk Menjaga Stok
Proyeksi tersebut menyiratkan kebutuhan mendesak untuk menambah lagi fasilitas penyimpanan. Hal ini tentu berimplikasi pada anggaran operasional Bulog. Menteri Amran menyebutkan bahwa langkah strategis ini memerlukan sokongan dana tambahan.
Dia menegaskan bahwa langkah penyewaan gudang lebih luas adalah konsekuensi logis dari keberhasilan program pangan dalam negeri.
"Kita (Bulog) sudah sewa gudang 1 juta (ton) kapasitas, tetapi produksi beras kita meningkat tajam. Ini mungkin butuh dana tambahan (untuk menyewa gudang lagi)," ungkap Amran.
Dengan demikian, pencapaian swasembada pangan membawa babak baru, di mana fokus perlahan bergeser dari upaya peningkatan produksi ke pengelolaan logistik dan distribusi stok yang melimpah secara efektif dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Rosan Roeslani: Efisiensi Energi BUMN Tak Ganggu Layanan, Justru Pacu Investasi EBT
LPS Mulai Verifikasi Nasabah BPR Pembangunan Nagari Usai Pencabutan Izin OJK
KPK Perpanjang Penahanan Mantan Menag Yaqut 40 Hari
Gus Ipul: 625 Ribu Peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran Kembali Diaktifkan