Belanda Imbang Lawan Ekuador Usai Main dengan 10 Pemain Sejak Menit ke-12

- Rabu, 01 April 2026 | 06:30 WIB
Belanda Imbang Lawan Ekuador Usai Main dengan 10 Pemain Sejak Menit ke-12

Suasana di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Rabu malam itu, berakhir dengan kesimpulan yang mungkin tak sepenuhnya memuaskan bagi tuan rumah. Timnas Belanda cuma bisa meraih hasil imbang 1-1 kala menjamu Ekuador dalam sebuah laga uji coba. Tapi cerita pertandingannya jauh lebih seru dari sekadar angka itu. Drama utamanya? Kartu merah cepat yang diterima Denzel Dumfries di menit awal, yang langsung mengubah peta permainan.

Sebenarnya, Belanda memulai dengan sempurna. Baru tiga menit berjalan, mereka sudah unggul. Tekanan tinggi "Oranje" memaksa bek Ekuador, Willian Pacho, melakukan blunder. Saat berusaha menghalau umpan silang berbahaya di muka gawangnya sendiri, bola justru mendarat di jala. Gol bunuh diri. Start yang ideal bagi skuad Ronald Koeman.

Momentum Berbalik 180 Derajat

Namun begitu, suasana itu tak bertahan lama. Hanya sembilan menit setelah gol, petaka datang. Denzel Dumfries melakukan tekel keras yang dinilai wasit membahayakan. Kartu merah langsung diacungkan. Sejak menit ke-12 itu, Belanda harus bertahan dengan sepuluh pemain. Strategi pun berubah total; dari menekan jadi lebih banyak mengurung diri di pertahanan.

Keunggulan jumlah pemain jelas dimanfaatkan Ekuador. Mereka mendominasi penguasaan bola, menekan tanpa henti. Serangan bertubi-tubi itu akhirnya membuahkan hasil di babak kedua.

Pada menit ke-68, wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di kotak penalti Belanda.

Enner Valencia, striker senior yang jadi andalan, maju sebagai eksekutor. Tanpa ampun, tendangannya mengecoh kiper dan menyamakan kedudukan. 1-1.

Gambaran Statistik Laga

Skor Akhir 1 - 1
Pencetak Gol Belanda: Willian Pacho (OG 3') | Ekuador: Enner Valencia (P 68')
Kartu Merah Denzel Dumfries (12')
Penguasaan Bola Belanda 38% - 62% Ekuador
Total Tembakan Belanda 5 - 14 Ekuador

Sisa pertandingan berjalan alot. Belanda bertahan mati-matian, Ekuador terus mencoba. Tapi tak ada gol lagi yang tercipta. Peluit panjang tanda berakhirnya laga mengukuhkan skor 1-1. Hasil yang cukup adil, mengingat Belanda harus berjuang dengan sepuluh orang hampir sepanjang pertandingan.

Bagi Koeman, pasti ada rasa kecewa. Tapi lebih dari itu, insiden kartu merah Dumfries jadi alarm keras soal kedisiplinan jelang turnamen besar nanti. Di sisi lain, Ekuador patut bangga. Hasil imbang di kandang salah satu kekuatan Eropa ini membuktikan satu hal: mereka bukan tim yang bisa diremehkan begitu saja.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar