Stok Beras Bulog Diproyeksikan Capai 6 Juta Ton, Kapasitas Gudang Jadi Tantangan

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:00 WIB
Stok Beras Bulog Diproyeksikan Capai 6 Juta Ton, Kapasitas Gudang Jadi Tantangan

MURIANETWORK.COM - Menteri Pertanian Amran Sulaiman memproyeksikan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Perum Bulog berpotensi mencapai 6 juta ton dalam tiga bulan ke depan. Optimisme ini disampaikan dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Sabtu (14 Februari 2026), menyusul lonjakan produksi beras nasional yang terus berlanjut. Saat ini, stok awal tahun dinilai aman dengan CBP per Februari tercatat 3,3 juta ton.

Dari Swasembada ke Tantangan Penyimpanan

Peningkatan stok yang signifikan ini tidak lepas dari capaian produksi beras dalam negeri. Pemerintah mencatat produksi pada 2025 telah mencapai 34,71 juta ton, sebuah angka yang mengukuhkan swasembada dan menghentikan ketergantungan pada impor. Alih-alih kekurangan, tantangan yang kini dihadapi justru terkait ketersediaan ruang penyimpanan.

Amran mengakui bahwa kapasitas gudang Bulog yang ada hanya sekitar 3 juta ton, jauh di bawah proyeksi stok yang akan datang. Lonjakan produksi telah memaksa Bulog untuk mengambil langkah antisipatif.

Antisipasi dengan Penyewaan Gudang Tambahan

Untuk mengatasi kendala tersebut, Bulog telah mulai menyewa gudang tambahan berkapasitas 1 juta ton. Namun, melihat laju peningkatan produksi, upaya itu dinilai belum cukup. Menjelang akhir Februari ini saja, stok diperkirakan sudah membengkak menjadi 3,94 juta ton.

Dalam paparannya, Amran memberikan gambaran yang jelas tentang situasi yang dihadapi.

"Kemungkinan tiga bulan ke depan (stok CBP di Bulog) 6 juta ton, sedangkan kapasitas gudang hanya 3 juta ton," jelasnya.

Kebutuhan Pendanaan untuk Menjaga Stok

Proyeksi tersebut menyiratkan kebutuhan mendesak untuk menambah lagi fasilitas penyimpanan. Hal ini tentu berimplikasi pada anggaran operasional Bulog. Menteri Amran menyebutkan bahwa langkah strategis ini memerlukan sokongan dana tambahan.

Dia menegaskan bahwa langkah penyewaan gudang lebih luas adalah konsekuensi logis dari keberhasilan program pangan dalam negeri.

"Kita (Bulog) sudah sewa gudang 1 juta (ton) kapasitas, tetapi produksi beras kita meningkat tajam. Ini mungkin butuh dana tambahan (untuk menyewa gudang lagi)," ungkap Amran.

Dengan demikian, pencapaian swasembada pangan membawa babak baru, di mana fokus perlahan bergeser dari upaya peningkatan produksi ke pengelolaan logistik dan distribusi stok yang melimpah secara efektif dan berkelanjutan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar