Italia Tersingkir Lagi, Bosnia Lolos ke Piala Dunia 2026 Lewat Drama Adu Penalti

- Rabu, 01 April 2026 | 06:15 WIB
Italia Tersingkir Lagi, Bosnia Lolos ke Piala Dunia 2026 Lewat Drama Adu Penalti

Zenica, Rabu dini hari. Stadion Bilino Polje yang riuh akhirnya senyap sejenak, sebelum kemudian meledak oleh sorak para pendukung Bosnia-Herzegovina. Mimpi buruk Italia untuk tampil di Piala Dunia berlanjut. Gli Azzurri tersingkir lagi, kali ini setelah kalah dramatis 4-1 lewat adu penalti dari Bosnia di final playoff kualifikasi zona Eropa.

Padahal, sempat ada harapan. Moise Kean berhasil membawa Italia unggul lebih dulu di menit ke-15. Tapi, keunggulan itu tak bertahan lama. Apalagi situasi makin runyam ketika Alessandro Bastoni mendapat kartu merah di menit ke-41 karena pelanggaran keras terhadap Amar Memic. Bermain dengan sepuluh pemain sejak menjelang turun minum, tekanan terhadap Italia jelas bertambah.

Bosnia, yang memanfaatkan kelebihan jumlah pemain, terus menggempur. Upaya mereka akhirnya terbayar di menit ke-79. Haris Tabakovic sukses memanfaatkan bola muntah di kotak penalti, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Skor itu bertahan hingga 120 menit pertandingan usai. Adu penalti pun jadi penentu.

Dan di sinilah segalanya berantakan untuk tim besutan Gennaro Gattuso itu. Dua eksekutor mereka, Pio Esposito dan Bryan Cristante, gagal menunaikan tugas. Sementara empat penendang Bosnia semuanya sukses. Hasilnya, 4-1 untuk kemenangan tuan rumah.

Kekalahan ini mencatatkan sejarah kelam baru. Ini adalah kali ketiga berturut-turut Italia gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia, setelah sebelumnya absen di Rusia 2018 dan Qatar 2022. Suasana di lapangan begitu kontras. Para pemain Italia terpaku, sementara Bosnia merayakan tiket mereka ke pesta sepak bola terbesar di Amerika Utara itu.

Di sisi lain, Bosnia-Herzegovina justru membuat torehan penting. Mereka akan tampil untuk kedua kalinya di Piala Dunia, setelah terakhir kali berlaga di Brasil 2014. Perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 nanti akan berlanjut di Grup B, di mana mereka akan berjumpa dengan tuan rumah Kanada, Qatar, dan Swiss.

Bagi Italia, pertanyaan besar kini menggantung. Di mana salahnya? Bagaimana tim empat kali juara dunia ini bisa terpuruk sedemikian rupa? Jawabannya mungkin perlu dicari jauh dari lapangan hijau di Zenica yang dingin itu.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar