Israel memberikan tanggapan terkait insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI, anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan. Namun begitu, pernyataan mereka terkesan berhati-hati, bahkan sedikit defensif.
Lewat sebuah unggahan di Telegram, militer Israel menyatakan bahwa mereka belum tentu bertanggung jawab. Menurut mereka, kasus ini masih perlu dikaji lebih dalam. "Insiden-insiden tersebut sedang ditinjau secara menyeluruh," tulis pernyataan itu, seperti dilansir AFP. Tujuannya, untuk mengklarifikasi keadaan dan mencari tahu apakah serangan itu berasal dari aktivitas Hizbullah atau justru dari IDF sendiri.
Area tempat kejadian disebutkan sebagai zona pertempuran aktif, di mana pasukan Israel sedang beroperasi melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Nuansa naratifnya jelas: situasi di lapangan sangatlah rumit dan berbahaya.
Dia meminta dunia tidak mengasumsikan peristiwa ini karena 'ulah' militer Israel.
"Oleh karena itu, tidak boleh diasumsikan bahwa insiden di mana tentara UNIFIL terluka disebabkan oleh IDF," tegas pernyataan tersebut, merujuk pada Pasukan Interim PBB di Lebanon atau UNIFIL. Intinya, mereka ingin semua pihak tidak terburu-buru menyimpulkan.
Jadi, reaksi Israel kali ini lebih pada penekanan untuk menunggu hasil penyelidikan. Di sisi lain, kabar duka tiga prajurit TNI yang gugur di medan misi perdamaian tetap menyisakan duka dan tanda tanya besar.
Artikel Terkait
Perdebatan di Blok M Berujung Maut, WNA Brunei Tewas Usai Dipukul Botol oleh Figur Publik Woodyrman
Samsung Galaxy A26 5G Resmi di Indonesia, Tawarkan Layar 120Hz dan Fitur AI di Kelas Menengah
Kemenag Sesalkan Pembubaran Ibadah di Gereja Bantul, Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku
Polisi Tangkap Mbah Mujiran (72) karena Curi Getah Karet, Publik Kembali Soroti Ketimpangan Hukum bagi Rakyat Miskin