Suasana malam di Beirut selatan tiba-tiba berubah kacau. Tiga dentuman keras berturut-turut mengguncang kawasan Jnah, memecah kesunyian. Sumber-sumber di lapangan dengan cepat menyebut ini sebagai serangan Israel.
Menurut saksi mata, ledakan-ledakan itu terdengar sampai ke seluruh penjuru kota. Tak lama kemudian, kepulan asap hitam tebal terlihat membubung dari distrik tersebut. Lalu lintas ambulans yang melaju kencang ke arah lokasi semakin menegaskan situasi darurat yang sedang terjadi.
Rekaman dari media lokal yang beredar memperlihatkan kondisi yang cukup parah. Beberapa mobil tampak hangus terbakar di depan sebuah bangunan yang masih dalam tahap konstruksi. Puing-puing berserakan di jalanan.
Di sisi lain, media pemerintah Lebanon punya laporan yang lebih spesifik. Mereka menyebut serangan udara Israel itu menghantam sebuah mobil yang sedang melintas di jalan utama kawasan selatan Beirut, tepatnya di jalur Khalde.
Seperti dikutip dari Kantor Berita Nasional, serangan itu digambarkan cukup intens.
“Sebuah mobil di jalan raya Khalde menjadi sasaran. Tidak cuma satu, melainkan lebih dari satu rudal yang ditembakkan dari drone Israel yang bermusuhan,” demikian laporan resmi mereka.
Kejadian ini tentu kembali menyulut ketegangan. Sampai berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih dalam kondisi siaga. Detail korban dan kerusakan lebih lanjut masih ditelusuri oleh pihak berwenang.
Artikel Terkait
Pemuda Lompat dari Jembatan di Bogor Tewas, Sempat Unggah Niat Bunuh Diri di Medsos
Pemkot Bontang Bangun Vila Premium di Atas Air untuk Tarik Wisatawan IKN
32 Siswa di Serang Diduga Keracunan Usai Makan Program MBG, Dua Dirawat Intensif di RS
Polisi Pastikan Kabar Pocong di Depok Hoaks, Warga Diimbau Tak Percaya