Di tengah kerumunan yang hadir di TPU Karet Bivak, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap sebuah rencana. Ia ingin memindahkan patung pahlawan nasional MH Thamrin. Lokasinya? Tak lain adalah Jalan MH Thamrin sendiri, di jantung ibukota.
Menurut Pram sapaan akrabnya patung yang ada sekarang kurang mencerminkan kebesaran sang tokoh. Posisinya yang “menyempil” dan ukurannya yang dianggap tak proporsional dinilai tidak adil bagi sejarah. Padahal, peran Thamrin dalam perjuangan bangsa ini sangatlah besar.
“Tadi bang Foke menyampaikan, sebenarnya sudah ingin buru-buru memindahkan patung MH Thamrin, yang menurut saya tidak fair, kecil dan menyempil. Padahal tokoh ini kan tokoh besar,”
ujar Pramono, Minggu (11/1) lalu. Ia berbicara dalam Haul ke-85 MH Thamrin yang dihadiri sejumlah tokoh.
Rencananya, patung itu akan ditaruh di titik yang lebih strategis. Bayangkan, begitu kita masuk dari Sudirman menuju Thamrin, sosoknya akan langsung terpampang. “Ada bagian yang sudah saya buka sebenarnya, tujuannya begitu melewati Sudirman-Thamrin, di situlah patung MH Thamrin berada,” jelasnya. Dengan begitu, masyarakat bisa melihat dan mengenang jasanya dengan lebih baik.
Namun begitu, pemindahan patung bukan satu-satunya agenda. Pemerintah Provinsi DKI juga akan membenahi museum yang menyandang nama sama. Bahkan, penamaan jalannya pun akan dikoreksi.
“Yang kedua, nanti museumnya juga harus kita perbaiki, kita sempurnakan. Nanti saya minta ke dinas terkait untuk memperbaiki, termasuk jalannya. Menurut saya sudah tidak pantas menjadi Jalan Museum M.H. Thamrin,”
tegas Pramono.
Langkah ini rupanya punya dimensi yang lebih luas. Di sisi lain, Pramono menegaskan komitmennya untuk menguatkan identitas Betawi sebagai budaya utama Jakarta. Ini sejalan dengan amanat UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta. Ia berharap, dengan memuliakan sosok Thamrin, persatuan di tubuh Majelis Kaum Betawi juga ikut menguat.
Acara haul itu sendiri berlangsung khidmat. Hadir Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Foke Bowo, berbagai tokoh masyarakat, pejabat pemprov, dan warga. Semuanya berkumpul untuk menghormati jasa-jasa Thamrin bukan cuma sebagai pahlawan nasional, tapi juga sebagai simbol penguatan identitas Betawi di Jakarta yang terus bergerak dinamis.
Artikel Terkait
BMKG: Cuaca Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini, Tak Ada Potensi Hujan Signifikan
Dua Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Sidoarjo, Berawal dari Mobil Diduga Dikemudikan Sopir Mengantuk
Federasi Iran Klaim Jatah Tiket Piala Dunia 2026 Dicabut Sepihak, Suporter Terancam Gagal Nonton
Puluhan Dapur Makan Bergizi Gratis di Jombang Berhenti Beroperasi Akibat Dana Operasional dari BGN Mandek