ALHAMDULILLAH, akhirnya! Kanal YouTube "DIBIKIN CHANNEL" yang selama ini jadi sumber fitnah, resmi ditutup. Sejak kemarin, Senin 30 Maret 2026, channel itu hilang begitu saja dari peredaran. Tak bisa diakses lagi.
Ini sih sesuai dengan desakan yang sudah saya sampaikan sebelumnya. Kanal yang sengaja dibuat sejak 2019 itu memang layak dimusnahkan. Isinya kebanyakan hoax, jadi tindakan penutupan ini sudah tepat.
Modusnya jahat. Mereka tak cuma meminjam mulut si Omon, tapi juga mencatut sejumlah presenter TV ternama. Caranya? Pakai teknologi A.I atau Artificial Intelligence untuk menipu. Masyarakat awam pun banyak yang terkecoh.
Kalau dilihat dari penelaahan kemarin, kanal itu sudah memproduksi sekitar tiga ribu video. Mayoritas isinya hoax, kabar bohong, dan fitnah belaka. Menjelang akhir Maret tadi, subscriber-nya mencapai 572 ribu. Sekarang, tinggal tulisan "Not available".
Namun begitu, dampaknya sudah telanjur menyebar. Banyak materi dari kanal itu yang diamplifikasi di platform lain. Salah satunya lewat TikTok akun-akun seperti "PUTRA VIRGO 2017", @k.s.m.putratimur, @wowowewe45, dan REDAKSI TV. Penyebarannya sudah luas.
Pola yang dipakai mirip dengan kasus yang kemarin juga dibongkar. Saya bicara soal penyebaran hoax murahan tentang "WA Palsu" oleh si AA, isu "Bohir Dana 5M atau 50M", sampai gosip "Hubungan khusus" yang sama sekali tak masuk akal. Semua itu sengaja diglorifikasi oleh gerombolan YouTuber yang menyebut diri mereka "CEBOKER NUSANTARA".
Mereka ini jelas terafiliasi dengan bekas rezim jahat masa lalu. Bahkan, dalam acara mereka besok Senin 4 April 2026, rencananya mau mengundang Petruk dan Petruk Cilik. Tujuannya untuk membentuk persekutuan jahat baru. Yang memalukan, mereka sampai berani menampilkan nomor rekening sumbangan di kanal masing-masing. Sungguh keterlaluan.
Nah, seperti "DIBIKIN CHANNEL" yang sudah dimatikan, kanal-kanal abal-abal dalam lingkaran "CEBOKER NUSANTARA" itu harusnya dapat perlakuan sama. Entah oleh YouTube sendiri, atau lewat laporan warganet. Mereka kan sudah menyebar hoax, misinformasi, ujaran kebencian, fitnah, spam, dan click-bait ekstrem. Parahnya lagi, mereka berani menyebut inisial dan menjuluki tokoh-tokoh nasional seperti Bapak JK, Menko AHY, Ketua DPR PM, Prof MMD, Ketua DEN LBP, hingga IB HRS dengan plesetan yang tidak pantas.
Intinya, kasus ijazah palsu yang terbukti 99,9% itu semakin meluas. Laporan resminya sudah hampir setahun, tepatnya sejak 30 April 2025. Bahkan akar masalahnya sudah ada sejak 13 tahun lalu, saat seminar "Memimpin dengan Hati" di UII Jogja. Semua ini berawal dari ketidakjujuran dan sikap tidak transparan seorang oknum yang tak mau menunjukkan ijazah aslinya.
Maka, agar tidak makin parah, saya mengajak netizen untuk segera bertindak. "Strike", tutup, matikan kanal-kanal penjilat macam "CEBOKER NUSANTARA" itu. Seperti nasib yang menimpa "DIBIKIN CHANNEL".
@ Jakarta - Rabu 01/04/2026 © Dr. KRMT Roy Suryo (Asli)
Editor : Redaksi
Artikel Terkait
Bupati Gorontalo Utara Kirim Bantuan Darurat ke Lima Desa Terendam Banjir
J Trust Bank Salurkan Dana Nasabah untuk Konservasi Mangrove dan Penyu Lewat Tabungan Hijau
Tekanan Geopolitik Global Dorong Indonesia dan China Perkuat Kerja Sama di Asia Tenggara
DPP IKM Laporkan Abu Janda ke Polisi Atas Dugaan Ujaran Kebencian dalam Pidato di AS