Kim Jong Un Ajak Putri Saksikan Peluncuran Rudal, Sebut Ancaman untuk AS dan Korsel

- Minggu, 15 Maret 2026 | 11:30 WIB
Kim Jong Un Ajak Putri Saksikan Peluncuran Rudal, Sebut Ancaman untuk AS dan Korsel

Kim Jong Un sekali lagi mengajak putrinya, Kim Ju Ae, untuk menyaksikan uji coba militer. Kali ini, mereka bersama-sama melihat sistem peluncur roket ganda melancarkan serangan. Latihan ini, menurut laporan, adalah jawaban langsung atas manuver gabungan militer AS dan Korea Selatan yang baru-baru ini digelar.

Di sisi lain, media pemerintah KCNA punya sudut pandang lain. Mereka menyebut latihan gabungan AS-Korsel itu tak lain adalah gladi resik untuk menginvasi Korea Utara. Laporan ini beredar luas, seperti dikutip Associated Press pada Minggu (15/3/2026).

Menurut sejumlah saksi dan pantauan, aksi itu terjadi hari Sabtu (14/3) di lepas pantai timur. Kim disebutkan menyaksikan langsung dua belas peluncur roket kaliber 600 mm yang diklaim ultra-presisi itu beraksi. Tak main-main, militer Korea Selatan sendiri mendeteksi sekitar 10 rudal balistik meluncur dari kawasan ibu kota Pyongyang ke arah perairan timur.

Respons dari Seoul pun datang cepat. Dewan Keamanan Nasional Korsel dengan tegas menyatakan peluncuran itu adalah provokasi. Mereka menegaskan aksi itu melanggar resolusi DK PBB yang jelas-jelas melarang segala aktivitas balistik Korea Utara.

Namun begitu, pesan dari Pyongyang justru bernada ancaman. Lewat KCNA, Kim Jong Un menyebut latihan ini sengaja dirancang untuk membuat "musuh" dalam radius 420 kilometer merasa "tidak nyaman".

"Ini akan memberi mereka pemahaman mendalam tentang kekuatan penghancur senjata nuklir taktis kami," begitu kira-kira ucapannya.

Ucapan itu, tentu saja, diarahkan pada Korea Selatan dan pasukan AS yang berada di sana. Foto-foto yang dirilis KCNA memperlihatkan suasana saat itu: Kim dan putrinya yang berusia sekitar 13 tahun itu berjalan di antara truk-truk peluncur berwarna hijau tua. Mereka tampak mengamati dengan saksama saat roket-roket itu melesat dari atas kendaraan tempur.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar