Bupati Lebak Sebut Status Mantan Napi Wakilnya, Halalbihalal Berakhir Ricuh

- Rabu, 01 April 2026 | 07:15 WIB
Bupati Lebak Sebut Status Mantan Napi Wakilnya, Halalbihalal Berakhir Ricuh

Suasana halalbihalal di Pendopo Bupati Lebak, Senin lalu, tiba-tiba berubah tegang. Bupati Hasbi Asyidiki Jayabaya dan wakilnya, Amir Hamzah, terlibat perseteruan yang berujung ricuh. Pemicunya? Sebuah pernyataan pedas dari sang bupati yang menyentuh status Amir sebagai mantan narapidana.

Semuanya berawal dari sambutan Hasbi. Dia memberikan arahan rutin kepada para ASN tentang pentingnya menjalankan tugas sesuai aturan. Namun, nada bicaranya perlahan berubah. Hasbi mulai menyoroti wewenang wakil bupati, yang menurutnya kerap melampaui batas dengan mengadakan pertemuan langsung dengan kepala dinas.

“Wakil bupati dalam Undang-Undang ASN Pasal 66 itu tugasnya jelas, tidak boleh bermain-main dengan kepala dinas ke rumahnya,” ujarnya tegas.

Ia mengutip pasal tersebut, menegaskan bahwa tugas wabup hanya berlaku jika ada delegasi atau bupati sedang berhalangan.

Namun begitu, yang terjadi selanjutnya justru melenceng jauh dari pembahasan aturan. Hasbi tiba-tiba membuka lembaran lama. Dia menceritakan masa lalu Amir yang pernah terjerat kasus suap sengketa Pilkada 2013 silam, yang melibatkan mantan Ketua MK Akil Mochtar. Dengan nada yang terdengar sarkastik, Hasbi melontarkan kalimat yang memantik amarah.

“Uyuhan (masih mending) mantan napi jadi wakil bupati, bersyukur,” katanya, tepat di hadapan Amir sendiri.

Kalimat itu ibarat percikan api. Amir Hamzah langsung bangkit dari kursinya, wajahnya memerah. Dia bergegas mendekati panggung tempat Hasbi berdiri. Beberapa ASN yang menyaksikan langsung bereaksi, buru-buru menahan Amir untuk mencegah situasi jadi tak terkendali. Keributan singkat itu berakhir dengan Amir memilih meninggalkan ruangan, meninggalkan acara yang seharusnya penuh silaturahmi itu.

Insiden ini tentu menggores catatan buruk bagi hubungan kedua pemimpin daerah. Di satu sisi, ada soal penafsiran kewenangan. Di sisi lain, ada luka lama yang dibuka di tempat yang sama sekali tidak tepat. Kini, suasana di kantor bupati Lebak dipastikan tak akan sama lagi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar