Pemerintah NTB Minta Masyarakat Tenang, Pastikan Stok BBM Aman dan Harga Belum Naik

- Rabu, 01 April 2026 | 07:15 WIB
Pemerintah NTB Minta Masyarakat Tenang, Pastikan Stok BBM Aman dan Harga Belum Naik

Di tengah hiruk-pikuk berita soal konflik Timur Tengah, isu kenaikan harga BBM tiba-tiba saja ramai diperbincangkan di Nusa Tenggara Barat. Reaksi warga pun beragam. Ada yang langsung buru-buru ke SPBU, khawatir stok bakal langka atau harganya melonjak. Menanggapi hal ini, pemerintah provinsi NTB angkat bicara. Intinya, mereka minta masyarakat tenang dan jangan sampai terjebak panic buying.

“Sampai sekarang tidak ada informasi resmi kenaikan BBM. Pemerintah pusat juga sudah menegaskan itu,”

kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Irnadi Kusuma, Rabu (1/4/2026).

Irnadi berharap masyarakat tak mudah percaya pada isu yang beredar. Menurutnya, semua harus menunggu keputusan resmi dari Jakarta. “Kita minta masyarakat tidak panik,” tegasnya.

Pernyataan serupa datang dari Kepala Dinas ESDM NTB, Samsudin. Ia dengan lugas menyebut bahwa kabar kenaikan BBM itu tak berdasar. Soal stok, ia meyakinkan publik.

“Yang jelas stok BBM kita, insya Allah aman,” ujar Samsudin.

Memang, situasi di Timur Tengah sedang memanas. Tapi, kata Samsudin, hal itu tidak serta-merta membuat Pertamina menaikkan harga. Justru, perusahaan pelat merah itu sudah menyiapkan beberapa skenario antisipasi. Misalnya, dengan memaksimalkan kapasitas kilang dalam negeri. Mereka juga berencana mencari sumber pasokan baru, bisa dari Afrika atau Amerika Latin, untuk mengurangi ketergantungan pada Timur Tengah.

Di sisi lain, upaya penghematan energi dan sosialisasi penggunaan energi terbarukan akan digencarkan. Ini bagian dari skenario besar menuju kedaulatan energi yang digaungkan Kementerian ESDM.

“Itu salah satu cara untuk menjaga stok minyak kita tetap aman,” tutup Samsudin.

Jadi, pesannya jelas: tak perlu kalap. Pemerintah menjamin ketersediaan BBM masih aman, dan harga belum akan naik. Semua imbauan itu intinya satu: agar masyarakat bisa bersikap lebih tenang dan tidak terpancing isu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar