PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) memutuskan untuk membagikan total dividen sebesar Rp3,58 triliun kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025, atau setara dengan Rp180 per lembar saham.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat, 22 Mei 2026. Salah satu agenda utama rapat adalah meminta persetujuan pemegang saham terkait alokasi penggunaan laba bersih yang diraih perseroan pada tahun lalu.
Dividen sebesar Rp3,58 triliun itu telah memperhitungkan dua kali pembagian dividen interim yang sebelumnya sudah disalurkan. Pada Agustus 2025, perseroan telah membagikan dividen interim senilai Rp781,4 miliar, disusul pada November 2025 sebesar Rp992,6 miliar. Dengan demikian, dalam satu tahun buku yang sama, TAPG akan membagikan dividen sebanyak tiga tahap.
“Dengan telah dibagikannya dividen interim, maka dividen final dan tunai yang akan dibagikan adalah sebesar Rp1,81 triliun atau setara dengan Rp91 per saham,” ujar Direktur TAPG, Erida.
Besaran dividen yang ditetapkan tersebut mencapai 96,8 persen dari total laba bersih yang diraih perseroan pada tahun lalu. Angka ini juga menunjukkan peningkatan sebesar 18,4 persen dibandingkan dividen tahun buku 2024 yang sebesar Rp152 per saham.
Sepanjang tahun 2025, TAPG mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Pendapatan perseroan tumbuh 18 persen menjadi Rp11,4 triliun, didorong oleh peningkatan produktivitas serta kenaikan rata-rata harga crude palm oil (CPO) di tengah ketatnya pasokan global.
EBITDA perseroan juga mengalami pertumbuhan 15 persen menjadi Rp5,32 triliun. Sementara itu, laba kotor naik 21 persen menjadi Rp4,49 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp3,84 triliun dan margin laba bersih yang stabil di angka 34 persen.
Dari sisi operasional, TAPG mencatat produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun inti sebesar 3,04 juta ton, meningkat 3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Perseroan juga menyerap TBS dari plasma sebanyak 330 ribu ton, naik 17 persen. Peningkatan produksi ini terjadi meskipun kondisi cuaca sepanjang tahun lalu ditandai dengan curah hujan yang tinggi.
Artikel Terkait
BSI Resmi Beli Hak Penamaan Stasiun LRT Dukuh Atas, Kini Bernama Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia
FTSE Russell Coret DSSA dari Indeks Large Cap Akibat Konsentrasi Kepemilikan Saham
GMFI Targetkan Pendapatan 542,8 Juta Dolar AS di 2026, Ekspansi ke Sektor Pertahanan
Menkeu Yakin IHSG Bisa Kembali ke Level 8.000 Meski Sempat Terjun Bebas ke Bawah 6.000