PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi membeli hak penamaan atau naming rights Stasiun LRT Dukuh Atas, yang kini berganti nama menjadi Stasiun LRT Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengembangan ekosistem transportasi publik modern yang tidak hanya menjadi titik mobilitas, tetapi juga ruang interaksi dan aktivitas masyarakat perkotaan.
Kesepakatan tersebut diresmikan melalui kerja sama antara BSI dengan PT KAI (Persero) melalui anak usahanya, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ). Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah petinggi perusahaan, antara lain Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, Direktur Portofolio Manajemen & Teknologi Informasi PT KAI I Gede Darmayusa, Executive Vice President LRT Jabodebek Suryawan Putra Hia, serta Direktur Utama PT MITJ Fuad I. Z. Fachroeddin.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi langkah positif dalam mendukung transformasi kawasan transit terpadu sekaligus memperkuat pengalaman perjalanan pengguna LRT. Menurutnya, skema naming rights tersebut memberikan nilai tambah sebagai sarana pengenalan merek BSI kepada para pengguna LRT yang melintas di stasiun tersebut.
“LRT Jabodebek terus berkembang tidak hanya sebagai moda transportasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Kehadiran Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia menjadi simbol kolaborasi antara transportasi publik modern dan sektor layanan keuangan yang sama-sama dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (23/5/2026).
Stasiun Dukuh Atas sendiri memiliki peran strategis sebagai salah satu titik integrasi utama di Jakarta. Stasiun ini terhubung langsung dengan berbagai moda transportasi, seperti KRL Commuter Line, Kereta Api Bandara, MRT Jakarta, Transjakarta, serta kawasan pejalan kaki dan ruang publik di area Dukuh Atas melalui Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM).
Sejak mulai beroperasi pada 28 Agustus 2023 hingga April 2026, LRT Jabodebek telah melayani lebih dari 65 juta pengguna. Khusus di Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, rata-rata terdapat 25.404 pengguna per hari selama periode Januari hingga April 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 13.563 pengguna tap in dan 11.840 pengguna tap out.
Sementara itu, transformasi layanan transportasi publik saat ini tidak hanya berfokus pada perjalanan dari titik asal ke tujuan, tetapi juga menciptakan ekosistem mobilitas yang terintegrasi dan memberi nilai tambah bagi masyarakat. Dengan integrasi antarmoda yang semakin kuat dan dukungan kolaborasi lintas sektor, LRT Jabodebek berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, modern, dan mampu mendukung mobilitas masyarakat secara lebih efisien.
Artikel Terkait
SMART Bagikan Dividen Rp775,5 Miliar, Melonjak 800 Persen dari Tahun Lalu
Triputra Agro Persada Bagikan Dividen Rp3,58 Triliun untuk Tahun Buku 2025, Naik 18,4 Persen
FTSE Russell Coret DSSA dari Indeks Large Cap Akibat Konsentrasi Kepemilikan Saham
GMFI Targetkan Pendapatan 542,8 Juta Dolar AS di 2026, Ekspansi ke Sektor Pertahanan