Di sisi lain, data tahun 2025 menunjukkan pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,66 persen. Angka ini didukung oleh penyaluran Insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) Syariah sebesar Rp35 triliun. Selain itu, berbagai program akselerasi pembiayaan turut mendorong pertumbuhan.
Perkembangan menarik juga terjadi di pasar uang dan valas syariah. Imam menyebut pemanfaatan instrumen lindung nilai syariah oleh perbankan melonjak drastis.
"Naik 86,5 persen menjadi USD466 juta," jelasnya.
Namun begitu, Imam Hartono menekankan satu hal. Capaian dan proyeksi yang menggembirakan ini sangat bergantung pada peran masyarakat, baik sebagai pelaku bisnis maupun konsumen. Tingkat pemahaman publik tentang ekonomi syariah menjadi fondasi yang krusial. Tanpa itu, penguatan ekosistem akan berjalan lambat.
Jadi, optimisme BI ini bukan tanpa dasar, tapi juga bukan jaminan. Semuanya kembali pada bagaimana ekosistem itu dihidupi dari level paling dasar.
Artikel Terkait
Herdman Soroti Minim Kreativitas, Nantikan Miliano dan Marselino
Puspom TNI Ajukan Permintaan Resmi untuk Periksa Andrie Yunus di Bawah LPSK
Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Proyeksi Surplus Solar dengan B50
Presiden Prabowo Berduka, Tiga Pasukan Perdamaian TNI Gugur di Lebanon Selatan