Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, Bank Indonesia justru melihat prospek cerah untuk ekonomi syariah. Lembaga ini memproyeksikan pertumbuhan sektor tersebut bisa mencapai 4,9 hingga 5,7 persen pada tahun 2026. Angka itu cukup optimis, bukan?
Imam Hartono, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, mengungkapkan hal tersebut dalam acara Sharia Economic and Financial Outlook di kantor BI, Jumat lalu (13/2/2026).
"Ke depan, prospek ekonomi dan keuangan syariah nasional diperkirakan tetap positif, semakin strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, ekosistem bisnis syariah juga akan ikut menguat. Ini tercermin dari proyeksi pembiayaan perbankan syariah yang diprediksi bakal melesat 8 sampai 12 persen.
Lalu, apa yang jadi penopang? Ternyata, pergerakan rantai nilai halal punya peran besar. Pada 2025 lalu, capaian nilai rantai halal sudah menyentuh 6,2 persen. Kontribusinya terhadap PDB juga naik, dari 25,45 persen di 2024 menjadi 27 persen di tahun berikutnya. Kinerja sektor-sektor seperti makanan minuman halal, pariwisata ramah muslim, dan modest fashion disebut-sebut sebagai penggerak utamanya.
Artikel Terkait
Ekonom: Belanja Lain-Lain Rp200 Triliun Jadi Bantalan Fiskal di APBN 2026
Kepala BGN Tegaskan Anggaran 2026 Rp268 Triliun, Bukan Rp335 Triliun
Instagram Uji Coba Fitur Berlangganan untuk Tonton Stories Diam-diam
Harga BBM Non-Subsidi di Jakarta Masih Stabil, Tak Ada Kenaikan