"Saya kira bukan karena ada haditsnya, tapi mitos atau asumsi masyarakat Indonesia terhadap kurma sebagai makanan pembuka. Sehingga di dalam masyarakat, rasa-rasanya tidak istimewa puasa kalau tidak buka dengan buah kurma," tuturnya.
Memang, kurma lokal atau dari negara lain juga ada. Tapi ada semacam 'rasa percaya' dan kegembiraan tersendiri saat menyantap kurma yang benar-benar berasal dari tanah Arab. "Kurma paling buat senang Bangsa Indonesia adalah, kurma yang dipetik atau tumbuh di Saudi Arabia, khususnya yang melalui Kerajaan Saudi Arabia karena murni dari sana," jelas Menag.
Bantuan 100 ton kurma premium itu rencananya akan segera disalurkan. Nasaruddin juga berjanji akan menyampaikan kabar baik ini langsung ke Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat.
"Sekali lagi atas nama rakyat Indonesia kami ucapkan terima kasih. Insya Allah ini akan saya sampaikan ke pak Presiden pada saat perjumpaan dekat, bahwa kami sudah terima kembali bantuan kurma untuk Umat Islam," pungkasnya.
Artikel Terkait
Mario Aji Gagal Finis, Senna Agius Juarai Moto2 GP Amerika Serikat 2026
DPR RI Terapkan Kebijakan Penghematan Energi dan Anggaran Ketat
Veda Ega Pratama Gagal Finis di Moto3 AS Usai Insiden Highside
Presiden Prabowo Sambut Hangat Diaspora Indonesia di Tokyo