Presiden Prabowo Subianto ternyata mendorong langkah cepat. Beliau menginstruksikan agar Sekolah Rakyat tambahan bisa dibuka dan beroperasi pada April 2026 mendatang. Ini di luar rencana pengembangan yang sudah berjalan sebelumnya, seperti diungkapkan oleh Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono.
Nah, salah satu lokasi yang sedang disiapkan dengan serius adalah fasilitas milik Kementerian Perhubungan, tepatnya Pusat Pengembangan SDM Aparatur Perhubungan (PPSDMAP) di Kabupaten Bogor.
“Ini tambahan, di luar tahap satu, dua, atau tiga. Perintahnya langsung dari Bapak Presiden Prabowo, dan beliau minta bulan April ini harus sudah buka,”
kata Agus Jabo saat meninjau calon lokasi di PPSDMAP, Minggu (29/3/2026). Tekanannya jelas: target April harus tercapai.
Sebelumnya, program Sekolah Rakyat memang sudah berjalan bertahap. Tahap awal memanfaatkan 166 gedung yang tersedia. Lalu, tahap kedua membangun sekolah permanen di 104 titik. Tahap ketiga menyiapkan sekitar 100 lokasi lagi. Tambahan ini akan melengkapi semua tahapan itu.
Untuk mengejar waktu yang mepet, pemerintah kini mengoptimalkan fasilitas milik berbagai kementerian. Kemenhub, misalnya, bersedia menyerahkan sejumlah institusi pendidikannya.
“Alhamdulillah, Kemenhub memberikan tempat-tempat yang biasanya untuk pelatihan, nanti akan dipakai untuk Sekolah Rakyat,”
tambah Agus Jabo. Prinsipnya fungsional dulu. Ruang kelas, asrama, dan tempat makan jadi prioritas utama agar kegiatan belajar bisa segera dimulai. Sarana pendukung lain bisa menyusul.
“Yang penting ada kelas, asrama, dan tempat makan dulu. Yang lain-lain bisa menyesuaikan sambil jalan,”
tegasnya.
Di sisi lain, proses asesmen teknis tetap berjalan. KemenPU turun tangan memastikan kesiapan infrastruktur dasarnya. Essy Asiah, Sekretaris Ditjen Sarana dan Prasarana Strategis KemenPU, menilai lokasi PPSDMAP secara umum layak.
“Secara arsitek, tinggal pembenahan. Dua minggu aman, insya Allah. Mungkin ada retakan atau plafon yang perlu diperbaiki, tapi secara prinsip untuk April ini bisa,”
kata Essy.
Lokasi seluas 11 hektar itu punya potensi lumayan. Ada 5 ruang kelas, asrama, ruang makan, sarana olahraga, dan musala yang tersebar di Gedung A dan Auditorium.
“Total bisa 76 kamar. Kalau dua orang per kamar, berarti 152 siswa. Kalau empat orang, bisa lebih. Lobby juga bisa dipakai untuk ruang guru,”
jelas Ali Fikri, Kepala PPSDMAP yang juga Plt. Sekretaris BPSDM Perhubungan.
Peninjauan pun dilakukan langsung oleh Agus Jabo dan jajarannya. Mereka memeriksa setiap sudut, dari kamar tidur di Asrama A, ruang makan, hingga lapangan serbaguna di Auditorium.
Usai dari PPSDMAP, rombongan tak berhenti. Mereka melanjutkan kunjungan ke calon lokasi lain: Tagana Centre Kemensos di Hambalang, Citeureup, Bogor.
Area ini punya bangunan seluas 4.280 meter persegi lebih. Fasilitasnya lengkap: lapangan, aula, asrama, ruang makan, sampai kantor. Targetnya, lokasi ini bisa menampung sekitar 100 siswa SD dan SMP, dengan dua rombongan belajar untuk setiap jenjang.
Semuanya digarap cepat. April 2026 tinggal sebentar lagi, dan pekerjaan menanti.
Artikel Terkait
Muhaimin Iskandar Ingatkan Jamaah Haji Jaga Fisik Jelang Puncak Armuzna
Aktivis Australia yang Ditahan Israel di Misi Kemanusiaan Gaza Laporkan Kekerasan dan Pelecehan Seksual
Kurban Iduladha 2026 Makin Mudah, BAZNAS dan Dompet Dhuafa Buka Layanan Pembelian Hewan secara Online
Hasil SNBT 2026 Diumumkan, 186 Ribu Kuota Jalur Mandiri Masih Tersedia di PTN