Muhaimin Iskandar Ingatkan Jamaah Haji Jaga Fisik Jelang Puncak Armuzna

- Senin, 25 Mei 2026 | 18:50 WIB
Muhaimin Iskandar Ingatkan Jamaah Haji Jaga Fisik Jelang Puncak Armuzna

Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Amirulhaj Indonesia, Muhaimin Iskandar, mengingatkan seluruh jamaah untuk memprioritaskan kondisi fisik. Peringatan ini disampaikan saat ia meninjau langsung Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan Saudi German Hospital di Arab Saudi guna memastikan kesiapan layanan medis bagi jamaah Indonesia pada fase paling krusial dalam rangkaian ibadah tersebut.

Menurut Muhaimin, waktu pelaksanaan Armuzna tinggal menghitung hari, sehingga setiap jamaah harus menjaga stamina agar tetap prima saat menjalani wukuf di Arafah dan seluruh rangkaian ibadah berikutnya. Ia menekankan bahwa kesehatan dan daya tahan tubuh menjadi faktor penentu kelancaran ibadah, terutama karena fase ini menuntut mobilitas dan energi yang besar.

“Armuzna tinggal sedikit lagi. Tolong dijaga kesehatannya dengan istirahat yang memadai, makan yang cukup, dan ibadah secukupnya agar energi benar-benar disiapkan untuk Arafah nanti,” ujar Muhaimin dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Ia mengimbau jamaah untuk tidak memaksakan aktivitas fisik berlebihan menjelang puncak haji. Di sisi lain, Muhaimin memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan dokter yang bertugas melayani jamaah Indonesia di Arab Saudi. Ia menilai para tenaga medis bekerja dengan sangat tangguh di tengah regulasi pemerintah Arab Saudi yang ketat dan terus mengalami perubahan.

Ke depan, Kementerian Haji dan Umrah RI akan terus menerima masukan dari tenaga kesehatan di lapangan agar pola pelayanan semakin adaptif terhadap aturan setempat, namun tetap mengedepankan efektivitas dan manfaat bagi jamaah. “Pola dan mekanisme pelayanan harus menyesuaikan aturan yang berlaku di sini, tetapi tetap membawa semangat efisiensi dan manfaat yang lebih besar bagi jamaah,” tuturnya.

Muhaimin juga mengapresiasi berbagai perbaikan yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah RI dalam penyelenggaraan ibadah tahun ini. Ia menyebut seluruh perencanaan dilakukan lebih detail dan dijalankan dengan disiplin, sehingga menjelang Armuzna seluruh proses berjalan sesuai target. Memasuki fase puncak, pemerintah bersama instansi terkini memfokuskan perhatian pada kesiapan transportasi, konsumsi, akomodasi, dan layanan kesehatan jamaah selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Terkait penggunaan penanda agar jamaah tidak tersesat, Muhaimin mempersilakan hal tersebut dilakukan, namun tetap harus dikoordinasikan dengan petugas Kementerian Haji dan Umrah di masing-masing lokasi guna menjaga keteraturan dan keamanan. Koordinasi ketat juga dilakukan untuk mengatur mobilitas bus jamaah agar tidak terjadi penumpukan saat puncak Armuzna. Selain itu, pemerintah memastikan distribusi konsumsi tepat waktu serta kesiapan fasilitas tenda pendukung di Arafah dan Mina.

Di bidang kesehatan, pemerintah memastikan kesiapan KKHI beserta tenaga medis yang akan mendampingi dan mengawal kondisi jamaah selama fase mabit dan pelaksanaan lempar jumrah hingga seluruh prosesi haji selesai. Berdasarkan jadwal, puncak ibadah haji 1447 Hijriah akan dimulai pada Senin, 25 Mei 2026 atau 8 Zulhijjah 1447 H, ketika jamaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara bertahap menuju Arafah.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar