Menkeu Kritik Kebijakan Impor Kapal Bekas yang Hambat Industri Galangan Nasional

- Selasa, 10 Februari 2026 | 21:50 WIB
Menkeu Kritik Kebijakan Impor Kapal Bekas yang Hambat Industri Galangan Nasional

MURIANETWORK.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik kebijakan yang dinilai menghambat industri galangan kapal nasional. Dalam paparannya di Jakarta, Selasa (10/2/2026), Menkeu menyayangkan paradoks di mana Indonesia sebagai negara maritim dengan sumber daya manusia ahli justru lebih banyak mengandalkan impor kapal bekas, sehingga mematikan potensi industri dalam negeri. Pernyataan ini menegaskan pentingnya sektor manufaktur perkapalan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.

Ironi di Negeri Maritim

Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menyoroti kelemahan fundamental yang dihadapi industri galangan kapal lokal. Menurut analisanya, persoalan utamanya bukan pada ketiadaan ahli atau kemampuan teknis, melainkan pada minimnya permintaan atau order yang bisa dikerjakan. Situasi ini, lanjutnya, secara langsung dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang dinilai masih terlalu membuka ruang bagi produk impor, termasuk kapal bekas.

Kondisi tersebut pada akhirnya membuat para insinyur dan tenaga terampil di bidang perkapalan kehilangan momentum untuk berkontribusi dan mengembangkan keahliannya di tanah air.

“Saya baru tahu orang kita jago, cuma nggak dikasih kesempatan sama kita sendiri,” ujarnya.

Anggaran Tersedia, Penyerapan Minim

Di sisi lain, Purbaya juga mengungkapkan adanya celah antara perencanaan anggaran dan realisasi di lapangan. Pemerintah sebenarnya telah mengalokasikan dana dalam APBN untuk pengadaan kapal, namun alokasi itu belum sepenuhnya mampu mendongkrak aktivitas industri galangan domestik. Padahal, peluang untuk memanfaatkan anggaran tersebut terbuka lebar, terutama jika dikaitkan dengan program peremajaan armada kapal nasional.

Dia menggarisbawahi bahwa terdapat ribuan unit kapal yang telah beroperasi melampaui batas usia ideal, menciptakan kebutuhan riil yang seharusnya bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar