“Jadi orang kita yang mampu-mampu itu nggak dapat order karena kebijakan kita sendiri. Walaupun kita negara empat laut, negara maritim, kapalnya beli dari luar. Orang-orang kita yang ahli nggak dikasih kesempatan,” tegas Purbaya.
Peluang Besar dari Peremajaan Armada
Mengacu pada data yang disampaikan Presiden, Purbaya menyebut ada lebih dari 2.400 unit kapal berusia di atas 25 tahun yang mendesak untuk diganti. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan gambaran nyata tentang potensi pasar yang sangat besar bagi industri galangan kapal lokal jika didukung oleh kebijakan yang tepat. Menurutnya, mengamankan permintaan domestik adalah kunci pertama untuk memajukan industri ini.
“Ke depan, kalau masih mau industri kita maju, demand domestik harus diamankan. Presiden tadi bilang ada 2.491 kapal lebih dari 25 tahun umurnya. Itu kan pasti akan diganti,” lanjutnya.
Dukungan Fiskal untuk Akselerasi Ekonomi
Dari perspektif kebijakan fiskal, Purbaya menekankan komitmennya untuk mendorong percepatan belanja pemerintah di awal tahun, dengan industri galangan kapal sebagai salah satu sektor prioritas. Langkah ini dianggap strategis untuk memberikan stimulus bagi perekonomian sekaligus mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal.
“Kita mau dorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya itu saya anggarin kok. Saya perlu uang keluar cepat awal tahun supaya ekonomi tumbuh makin cepat, makin cepat, makin cepat. Salah satu yang saya lihat kita punya kemampuan tapi underutilized karena tidak beri kesempatan adalah industri galangan kapal,” pungkas Menkeu.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Siap Ikuti Arahan Pusat Terkait WFH/WFA
Justin Hubner Tangkap Ambisi Besar Pelatih Baru John Herdman untuk Timnas Indonesia
SoftBank Amankan Pinjaman USD 40 Miliar untuk Perkuat Investasi di OpenAI
Herdman Buka Ruang untuk Pemain Muda Timnas Indonesia, Targetkan Persiapan AFF 2026