Presiden Prabowo Perintahkan Evaluasi Ketat Pasca Kebakaran Maut di Kemayoran

- Rabu, 10 Desember 2025 | 13:18 WIB
Presiden Prabowo Perintahkan Evaluasi Ketat Pasca Kebakaran Maut di Kemayoran

Asap sudah sirna, tapi duka masih menggantung di Kemayoran. Pasca kebakaran hebat yang melalap Gedung Terra Drone, perhatian kini beralih pada upaya agar tragedi serupa tak lagi terjadi. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian yang sangat serius atas insiden memilukan ini.

“Bapak Presiden memberikan atensi yang sangat luar biasa terhadap peristiwa ini,” kata Tito, Rabu (12/10), usai meninjau lokasi yang kelam. Raut wajahnya tampak berat. “Kita semua berduka karena ada 22 orang yang wafat.”

Dia menegaskan, Presiden meminta evaluasi menyeluruh. Titik lengah sekecil apapun harus ditemukan. “Jangan kita beranggapan bahwa, 'Ah sudah selesai', nanti diam-diam setelah itu kejadian yang sama terulang. Saya yakin Bapak Presiden tidak menginginkan ini terulang kembali,” ucapnya tegas.

Perintahnya jelas. Tito ditugaskan untuk mengkaji ulang seluruh prosedur, mulai dari awal sebuah gedung berdiri. “Saya diperintahkan untuk mengevaluasi prosedur, tata cara untuk pencegahan kebakaran atas gedung-gedung itu seperti apa,” jelasnya. Semua tahapan akan diteliti, mulai dari perizinan bangunan hingga sertifikat kelayakan fungsinya.

Namun begitu, evaluasi ini menyoroti sebuah celah yang selama ini mungkin terabaikan. Tito mengakui, saat ini belum ada aturan yang mewajibkan pemeriksaan rutin untuk gedung-gedung berisiko tinggi. “Tidak ada regulasi untuk diperiksa secara reguler. Misalnya setahun sekali, atau dua tahun sekali,” ujarnya. Mirisnya, aturan semacam itu justru ada untuk kendaraan umum, yang harus melalui uji KIR secara berkala. Gedung pencakar langit? Sepertinya belum.

Kebakaran yang terjadi pada Selasa (9/12) itu memang mematikan. Dari informasi kepolisian, korban tewas diduga kuat akibat menghirup asap tebal. Situasi jadi makin rumit karena akses keluar gedung ternyata sangat terbatas, hanya mengandalkan pintu depan. Dugaan sementara, pemicu api berasal dari ledakan baterai drone di lantai dasar.

Sementara langkah pencegahan didiskusikan, proses pemulihan bagi korban masih berjalan. Hingga saat ini, proses identifikasi ke-22 jenazah terus dilakukan di Pos DVI RS Polri Kramat Jati. Sebuah pekerjaan yang menyisakan kepedihan mendalam bagi keluarga yang menunggu.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler