Pemerintah Siapkan Ekspor Beras Premium untuk Jamaah Haji 2026

- Selasa, 10 Februari 2026 | 09:35 WIB
Pemerintah Siapkan Ekspor Beras Premium untuk Jamaah Haji 2026

MURIANETWORK.COM - Pemerintah Indonesia, melalui rapat koordinasi pimpinan, telah menyepakati rencana ekspor beras khusus untuk konsumsi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi pada tahun 2026. Kebijakan ini dirancang untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah sekaligus menunjukkan stabilitas pasokan beras dalam negeri. Rencana pengiriman perdana ditargetkan pada pertengahan Februari 2026 mendatang.

Kesepakatan dalam Rakortas Pangan

Keputusan untuk mengekspor beras haji ini diambil dalam sebuah Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Rakortas tersebut menjadi forum untuk menyelaraskan langkah strategis antar kementerian dan lembaga terkait.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa langkah ini selaras dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Dari sisi makro, kebijakan ini juga dipandang sebagai cerminan pencapaian Indonesia dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Seiring dengan adanya program pemerintah dalam meningkatkan pelayanan jamaah haji, hari ini kita menyepakati berasnya dari kita. Jadi jamaah haji 2026 bisa mengonsumsi beras Indonesia,” jelas Zulhas dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).

Kesiapan Operasional dan Spesifikasi Khusus

Dalam rapat itu, Perum Bulog selaku pelaksana teknis memaparkan detail kesiapan operasional. Lembaga logistik negara tersebut telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Perdagangan hingga otoritas haji Arab Saudi, untuk memastikan kelancaran proses. Tahapan persiapan yang sedang berjalan mencakup pengujian laboratorium, perolehan sertifikasi halal, penyiapan kemasan khusus, hingga penjajakan kerja sama logistik dengan perusahaan pengiriman internasional.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar