Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa beras yang akan dikirimkan merupakan jenis premium dengan standar mutu yang sangat ketat, disesuaikan permintaan pihak Saudi.
“Kami diminta menyiapkan beras premium dengan tingkat pecahan hanya 5 persen dan kadar air 14 persen, bahkan di bawah 14 persen,” tuturnya.
Target Pengiriman dan Makna Strategis
Bulog menargetkan pengiriman perdana sebanyak 2.280 ton beras premium dapat tiba di Jeddah, Arab Saudi, pada minggu ketiga Februari 2026. Volume ini disiapkan berdasarkan permintaan yang telah disepakati kedua belah pihak.
Lebih dari sekadar transaksi komersial, ekspor beras untuk jamaah haji ini mengandung nilai strategis yang dalam. Ahmad Rizal menekankan bahwa ini adalah soal harga diri dan kedaulatan bangsa di mata internasional.
“Ekspor beras haji ini bukan sekadar harga atau nominal, melainkan harga diri bangsa. Ini adalah simbol kemandirian pangan dan kebanggaan nasional,” tegasnya.
Dengan demikian, setiap butir beras yang dikonsumsi oleh jamaah haji Indonesia di tanah suci nantinya tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga membawa pesan tentang kemampuan dan kemandirian Indonesia di sektor pangan.
Artikel Terkait
Pemudik Motor Pilih Perjalanan Santai Demi Kesehatan Anak di Jalur Bekasi
Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Timnas Iran Gelar Aksi Diam Bawa Tas Sekolah, Berduka untuk 165 Korban Anak di Minab
Warga Antusias Sambut Bantuan Sembako dan Barang Kebutuhan dari Istana di Monas