Suasana di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu dini hari, masih jauh dari sepi. Meski sudah masuk H 7 Lebaran, gelombang pemudik yang hendak balik ke Jawa ternyata belum juga surut. Ribuan orang, baik yang membawa kendaraan pribadi maupun yang berjalan kaki, terus membanjiri area pelabuhan. Mereka semua ingin segera menyeberang ke Merak.
Pantauan dari Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB hingga lewat tengah malam, aktivitas kedatangan justru masih tinggi. Kendaraan berdatangan silih berganti, membuat petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan ASDP kewalahan mengatur lalu lintas. Tujuannya satu: mencegah penumpukan yang bisa berujung macet total di dalam pelabuhan.
Para pemudik punya alasan sendiri. Banyak yang sengaja memilih berangkat malam ini, di puncak gelombang kedua arus balik. “Biar besok pagi sudah sampai, langsung bisa istirahat sebelum kerja,” ujar salah seorang pemudik yang ditemui. Ada juga yang tak mau ambil risiko, menghindari kepadatan parah yang biasanya terjadi siang hari.
Direktur Utama PT ASDP, Heru Widodo, mengonfirmasi bahwa puncak arus balik memang terjadi pada H 6 dan H 7.
“Prediksi kami jumlah kendaraan yang menyeberang menuju pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni mencapai 25.000 hingga 27 ribu kendaraan pada puncak arus balik gelombang kedua ini,” kata dia.
Heru menambahkan, hingga Sabtu sore, reservasi kendaraan sudah mencapai angka 18 ribu. “Karakteristik penumpang yang melakukan perjalanan malam hari masih tinggi. Kami akan memberlakukan skema TBB (Tiba-Bongkar-Berangkat),” jelasnya. Skema ini, bersama delay system dan skrining tiket, jadi andalan untuk mengurai kemacetan.
Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang juga turun langsung ke lokasi pada Sabtu sore mengapresiasi kinerja semua pihak. Menurutnya, arus mudik dan balik tahun ini relatif lebih tertib.
“Dari Bakauheni, masih tersisa sekitar 30 persen pemudik. Seluruh skema telah disiapkan, mulai dari buffer zone, delaying system, hingga kapal tambahan, sehingga kepadatan dapat diurai dalam dua hari ke depan,” ucap Menhub.
Meski prediksi angka sudah disiapkan dan skema darurat dijalankan, kenyataan di lapangan tetap saja menegangkan. Suara klakson, gemuruh mesin, dan kerumunan orang yang lelah menunggu membentuk pemandangan khas puncak arus balik. Tampaknya, butuh waktu sedikit lagi sebelum pelabuhan legendaris ini benar-benar kembali ke ritme normalnya.
Artikel Terkait
PSM Makassar Incar Kebangkitan Saat Hadapi Persib di Laga Kandang Terakhir
Israel Kembali Serang Lebanon Selatan Meski Gencatan Senjata Diperpanjang
Prabowo: Ketahanan Pangan Fondasi Keberlangsungan Negara
26.734 Kendaraan Tinggalkan Jakarta via Tol MBZ pada H+1 Libur Kenaikan Yesus, Turun 7,89 Persen