Iran Tangkap Jaringan Mossad, Bocoran Data Diduga Picu Kematian Warga Sipil

- Minggu, 29 Maret 2026 | 04:00 WIB
Iran Tangkap Jaringan Mossad, Bocoran Data Diduga Picu Kematian Warga Sipil

Teheran digegerkan oleh pengumuman Kementerian Intelijen Iran. Mereka mengklaim telah membekuk sejumlah agen Mossad, dinas intelijen Israel, yang disebut-sebut beroperasi di ibu kota. Operasi ini berhasil mengamankan seorang pria yang diduga menjadi bagian dari jaringan tersebut.

Menurut keterangan resmi, pria itu ketahuan mengirim informasi sensitif lewat aplikasi Telegram. Data yang dibocorkan termasuk lokasi sistem keamanan negara, yang kemudian dikirimkan ke pihak yang dianggap musuh.

"Saya kirim lokasi-lokasi dan teks melalui bot Telegram 'Iran Internasional'. Di Telegram, ada iklan di kanal 'Iran International' yang minta pengiriman foto-video. Karena mereka minta, jadi saya kirimkan,"

Begitu pengakuan pelaku, seperti dilaporkan Metro Siang, Metro TV akhir pekan lalu, Sabtu 28 Maret 2026.

Dampak dari kebocoran informasi itu ternyata sangat fatal. Dalam proses penyelidikan, terungkap sebuah insiden memilikan: seorang ayah dan anaknya ditemukan tewas di sebuah pos pemeriksaan. Kematian mereka diduga kuat terkait langsung dengan informasi yang dijual oleh tersangka.

Tak berhenti di situ, pemerintah Iran juga mengambil langkah tegas di sektor keuangan. Sejumlah rekening bank yang terhubung dengan layanan satelit Starlink turut diblokir. Alasannya, rekening-rekening itu dicurigai dipakai untuk mendanai dan mendukung penyebaran informasi rahasia ke pihak lawan.

Operasi penangkapan ini ternyata lebih luas jangkauannya. Selain pria pengirim data via Telegram, pihak berwenang juga meringkus 14 orang lain yang diduga terlibat dalam kegiatan mata-mata. Dari kelompok itu, empat orang dikabarkan aktif berkomunikasi dengan seorang individu di Jerman. Targetnya? Merencanakan serangan terhadap pusat-pusat pemerintahan di Iran.

Klaim ini tentu saja memperkeruh hubungan yang sudah lama memanas antara Teheran dan Tel Aviv. Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Israel terkait penangkapan yang diumumkan Iran ini.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar