MURIANETWORK.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi menyusul perubahan outlook Indonesia oleh Moody's. Menurutnya, reaksi pasar tersebut berlebihan dan belum menangkap gambaran utuh kondisi fundamental ekonomi dalam negeri yang justru menunjukkan tren perbaikan signifikan.
Reaksi Pasar Dinilai Berlebihan
Volatilitas yang terjadi di pasar modal, seperti yang terlihat pada pergerakan IHSG, dinilai Purbaya lebih sebagai respons jangka pendek terhadap sentimen eksternal. Ia meyakini bahwa gejolak ini tidak mencerminkan perubahan mendasar pada perekonomian domestik. Seiring waktu, dengan semakin banyaknya data kinerja riil yang tersaji, kepercayaan investor diharapkan dapat pulih secara bertahap.
“Memang ada kekhawatiran di pasar setelah sinyal dari Moody’s. Namun, perlu dicatat bahwa penilaian tersebut dilakukan sebelum rilis data terbaru,” ujarnya.
Fondasi Ekonomi yang Lebih Solid
Purbaya menekankan bahwa fondasi ekonomi Indonesia saat ini relatif kuat, bahkan dibandingkan dengan sejumlah negara lain. Argumen ini ia dukung dengan data makroekonomi terbaru yang menunjukkan momentum pertumbuhan yang menggembirakan. Pencapaian pada kuartal IV 2025 menjadi bukti konkret dari pernyataannya tersebut.
Artikel Terkait
Kunjungan Wisatawan ke Bali Naik 3,7% Selama Liburan Lebaran 2026
JTT Perpanjang Contraflow Jadi Dua Lajur Antisipasi Arus Balik Mudik Lebaran
Pantura Cirebon Macet Parah Imbas Pengalihan Truk dan Bus dari Tol
Presiden Prabowo Bahas Stabilitas Kawasan dengan Menteri Keamanan China