“Faktanya, pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal IV mencapai 5,39 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir, dengan pertumbuhan tahunan 5,11 persen lebih tinggi dibandingkan China,” jelas Purbaya di Kompleks Parlemen, Senin (9/2/2026).
Momentum Pemulihan dan Kebijakan Fiskal
Keberhasilan menjaga momentum pemulihan di penghujung tahun 2025 juga menjadi sorotan. Menurut Menkeu, kebijakan fiskal yang diambil pemerintah terbukti efektif dalam menahan laju perlambatan dan mengarahkan pertumbuhan kembali ke jalur yang positif. Stabilitas ini dianggap sebagai modal berharga untuk mengejar target pertumbuhan yang lebih ambisius di masa mendatang.
“Stabilitas yang tercapai di akhir tahun lalu menunjukkan bahwa instrumen kebijakan yang kita miliki cukup efektif. Ini menjadi modal penting untuk terus mendorong pertumbuhan menuju target 6 persen,” tambahnya.
Meski tidak menampik adanya tantangan dari ketidakpastian global, Purbaya menilai risiko perlambatan ekonomi yang dalam bagi Indonesia masih terbatas. Fokus ke depan akan tetap pada penguatan konsumsi domestik, menarik lebih banyak investasi, serta memastikan kebijakan fiskal ditransmisikan dengan efektif untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Kunjungan Wisatawan ke Bali Naik 3,7% Selama Liburan Lebaran 2026
JTT Perpanjang Contraflow Jadi Dua Lajur Antisipasi Arus Balik Mudik Lebaran
Pantura Cirebon Macet Parah Imbas Pengalihan Truk dan Bus dari Tol
Presiden Prabowo Bahas Stabilitas Kawasan dengan Menteri Keamanan China