Yang menarik, produktivitas petani kita pun menunjukkan perbaikan. Meski tipis, ada kenaikan. Rata-rata produktivitas gabah kering panen (GKP) mencapai 63,55 kuintal per hektare, sementara untuk GKG jadi 53,18 kuintal per hektare.
Secara geografis, sentra produksi masih bertumpu di Pulau Jawa. Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten tetap menjadi penyangga utama. Namun begitu, provinsi luar Jawa seperti Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat juga menyumbang potensi panen yang besar.
Konsentrasi produksi di wilayah-wilayah itu, ditambah angka proyeksi yang optimis, setidaknya memberi sinyal bagus. Stabilitas pasokan beras nasional di awal 2026 berpeluang terjaga. Kabar yang cukup melegakan di tengah berbagai tantangan pangan global.
(Shifa Nurhaliza Putri)
Artikel Terkait
Mulai 2026, Rusia Larang Ekspor Emas Batangan di Atas 100 Gram
Ekonom: Liburan Beruntun dan Stimulus Pacu Target Pertumbuhan 5,5% di Kuartal I-2026
Kementerian Kebudayaan Terapkan WFH dan Efisiensi Energi Respons Krisis Global
Menteri ESDM Imbau Masyarakat Tenang, Stok BBM Nasional Masih Aman