Angka-angka yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) awal Februari 2026 ini cukup menggembirakan. Produksi beras nasional diproyeksikan melonjak signifikan pada kuartal pertama tahun itu. Tepatnya, periode Januari hingga Maret 2026, potensi produksinya bisa mencapai 10,16 juta ton. Bayangkan, itu naik hampir 16 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Kalau dirunut, tren positif ini sebenarnya sudah terlihat sepanjang 2025. BPS mencatat produksi beras tahun lalu menyentuh 34,69 juta ton, naik lebih dari 13 persen dari realisasi 2024. Angka untuk gabah kering giling (GKG) juga ikut meroket, jadi 60,21 juta ton.
Lalu, apa yang mendorong kenaikan ini?
Menurut Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, kondisi pertanaman padi relatif kondusif. Proyeksi panen di sentra-sentra utama juga tampak kuat. Pernyataan ini dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian.
Di sisi lain, peningkatan tidak hanya terjadi pada volume. Luas panen pun ikut bertambah. Untuk awal 2026, potensi luas panen diperkirakan 3,28 juta hektare, naik 15 persenan. Secara tahunan, luas panen 2025 juga sudah lebih luas 12,69 persen dibanding tahun sebelumnya.
Artikel Terkait
Menteri ESDM Imbau Masyarakat Tenang, Stok BBM Nasional Masih Aman
Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Mudik Lebaran 2026 Laris, Okupansi Lampaui 100%
TAUD Kecam Konferensi Pers TNI, Penjelasan Kasus Andrie Yunus Dinilai Tak Sentuh Substansi
Komnas HAM Belum Ambil Sikap, Proses Penyidikan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Berlanjut