BPS Proyeksikan Produksi Beras Nasional Naik 16% di Awal 2026

- Senin, 09 Februari 2026 | 06:40 WIB
BPS Proyeksikan Produksi Beras Nasional Naik 16% di Awal 2026

Angka-angka yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) awal Februari 2026 ini cukup menggembirakan. Produksi beras nasional diproyeksikan melonjak signifikan pada kuartal pertama tahun itu. Tepatnya, periode Januari hingga Maret 2026, potensi produksinya bisa mencapai 10,16 juta ton. Bayangkan, itu naik hampir 16 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kalau dirunut, tren positif ini sebenarnya sudah terlihat sepanjang 2025. BPS mencatat produksi beras tahun lalu menyentuh 34,69 juta ton, naik lebih dari 13 persen dari realisasi 2024. Angka untuk gabah kering giling (GKG) juga ikut meroket, jadi 60,21 juta ton.

Lalu, apa yang mendorong kenaikan ini?

Menurut Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, kondisi pertanaman padi relatif kondusif. Proyeksi panen di sentra-sentra utama juga tampak kuat. Pernyataan ini dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian.

Di sisi lain, peningkatan tidak hanya terjadi pada volume. Luas panen pun ikut bertambah. Untuk awal 2026, potensi luas panen diperkirakan 3,28 juta hektare, naik 15 persenan. Secara tahunan, luas panen 2025 juga sudah lebih luas 12,69 persen dibanding tahun sebelumnya.

Yang menarik, produktivitas petani kita pun menunjukkan perbaikan. Meski tipis, ada kenaikan. Rata-rata produktivitas gabah kering panen (GKP) mencapai 63,55 kuintal per hektare, sementara untuk GKG jadi 53,18 kuintal per hektare.

Secara geografis, sentra produksi masih bertumpu di Pulau Jawa. Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten tetap menjadi penyangga utama. Namun begitu, provinsi luar Jawa seperti Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat juga menyumbang potensi panen yang besar.

Konsentrasi produksi di wilayah-wilayah itu, ditambah angka proyeksi yang optimis, setidaknya memberi sinyal bagus. Stabilitas pasokan beras nasional di awal 2026 berpeluang terjaga. Kabar yang cukup melegakan di tengah berbagai tantangan pangan global.

(Shifa Nurhaliza Putri)

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar