“Melalui IJKS 2026, kami ingin membuktikan bahwa kualitas ikan hias dalam negeri tidak kalah dengan luar negeri, khususnya koi asal Jepang,” kata Mahmud.
Ia menambahkan, "Mari kita jadikan koi sebagai simbol persahabatan abadi antara Indonesia dan Jepang serta simbol kebangkitan ekonomi perikanan nasional."
Untuk mendukung hal itu, KKP telah menyiapkan sejumlah langkah. Mulai dari penguatan kampung budidaya, peningkatan standar mutu, pengembangan riset genetik, hingga dukungan pemasaran dan kontes.
Peran Penting Karantina
Shahandra Hanitiyo, Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia, melihat IJKS sebagai cermin persahabatan kuat kedua negara. Ia membeberkan data, impor koi dari Jepang ke Indonesia periode terakhir mencapai 29.313 ekor. Nilai komoditasnya sekitar Rp6,42 miliar.
“Angka tersebut menunjukkan kuatnya perdagangan bilateral,” katanya.
Namun, potensi besar ini harus diimbangi dengan sistem karantina yang tangguh. Badan Karantina berkomitmen memastikan setiap pergerakan ikan hidup, baik untuk pameran atau dagang, memenuhi prinsip kesehatan dan biosekuriti yang ketat. Pengawasan, sertifikasi, dan sistem ketertelusuran diperkuat untuk mencegah penyebaran penyakit dan memfasilitasi perdagangan global.
Lebih Dari Sekadar Ikan
Prof Arif Satria, Kepala BRIN, berharap acara ini memberi manfaat yang luas. Ia menilai koi membawa nilai yang kompleks; estetika, ekologi, ekonomi, hingga sosial-budaya.
“Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan minat masyarakat terhadap koi serta menjadi wujud kebersamaan dan persahabatan,” harapnya.
Harapan serupa disampaikan Wakabayashi Hajime, Fisheries Attache Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia. Ia berharap IJKS 2026 semakin merapatkan hubungan kedua negara dan memberi dampak positif bagi industri ikan hias di Indonesia.
"Dengan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, asosiasi, dan pelaku usaha, Indonesia Japan Koi Show 2026 diharapkan terus menjadi jembatan kerja sama strategis," pungkasnya.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Bantah Isu Resesi, Sebut Analisis Ekonom Tak Berdasar
Kemensos Pangkas Anggaran Non-Prioritas, Bansos dan Penanganan Bencana Tetap Berjalan
Korlantas Perluas Contraflow Jadi Dua Lajur di Tol Jakarta-Cikampek
Korlantas Cabut Kebijakan One Way di Tol Trans Jawa, Contraflow Masih Berlaku di Ruas Tertentu