Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menekankan hal lain yang tak kalah penting: persatuan. Ia menyoroti perlunya sinergi kuat antara ulama dan umarah, atau penguasa. Kolaborasi ini, baginya, adalah fondasi untuk kebangkitan Indonesia ke depan.
Ia pun berharap dukungan dari para ulama, terutama untuk program-program pemerintah. Salah satu yang disebut secara gamblang adalah pemberantasan korupsi.
"Kita harus menjaga republik ini. Kita harus menjaga kekayaan bangsa kita. Kita harus berani memberantas korupsi dari bumi Indonesia,"
tegas Prabowo.
Namun begitu, ia tak menutup mata. Jalan untuk memberantas korupsi jelas tidak mudah. Prabowo mengakui, selalu ada saja pihak-pihak yang berusaha merongrong, menyerang balik, bahkan mengadu domba. Upaya pemerintah mendekatkan hukuman dan keadilan kerap dibalas dengan perlawanan.
"Tiap kali kita mau berantas, tiap kali kita mau mendekatkan hukuman, kita mau mendekatkan keadilan, kita mau mendekatkan hukum, tiap kali kelompok koruptor, garong-garong ini menyerang balik,"
jelasnya. Suasana di Masjid Istiqlal saat itu pun terasa khidmat, mendengarkan paparan sekaligus tantangan yang dihadapi ke depan.
Artikel Terkait
Jasa Marga Beri Diskon 30% Tarif Tol di Sembilan Ruas untuk Arus Balik Lebaran
Menhub Kaji Penguatan Aturan Truk Tiga Sumbu Usai Temukan Pelanggaran
China Umumkan 10 Kemajuan Sains Teratas 2025, Termasuk Sampel Bulan dan Reaktor Fusi
Iran Tegaskan Tolak Negosiasi dengan AS, Sebut Perang Akan Berlanjut