New START Berakhir, AS dan Rusia Masuki Era Tanpa Batasan Senjata Nuklir

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 03:20 WIB
New START Berakhir, AS dan Rusia Masuki Era Tanpa Batasan Senjata Nuklir

Meski sempat diperpanjang, masa berlaku New START akhirnya berakhir tanpa adanya kesepakatan pengganti. Kondisi ini tidak terlepas dari memburuknya hubungan bilateral AS-Rusia dalam beberapa tahun terakhir, dengan invasi Rusia ke Ukraina menjadi titik puncak ketegangan. Implementasi perjanjian pun mulai tersendat. Rusia mengambil langkah untuk menanggung partisipasinya dalam inspeksi, sementara AS menuding Moskow melanggar ketentuan yang telah disepakati. Saling tuduh dan kebuntuan diplomatik ini pada akhirnya mengantar perjanjian penting itu pada masa berlakunya yang terakhir.

Menyoroti situasi tersebut, seorang analis keamanan internasional yang diwawancarai menyatakan, "Ketiadaan New START menghilangkan transparansi dan prediktabilitas dalam hubungan nuklir kedua negara."

Dampak dan Kekhawatiran ke Depan

Dengan berakhirnya New START, dunia kini menyaksikan sebuah realitas baru yang penuh tantangan. AS dan Rusia, yang bersama-sama menguasai lebih dari 80 persen persenjataan nuklir global, tidak lagi memiliki kerangka hukum yang mengatur batasan dan pengawasan arsenal strategis mereka. Para pakar pengendalian senjata memperingatkan bahwa vakum perjanjian ini dapat memicu dinamika yang tidak stabil, di mana kedua negara mungkin terdorong untuk mengembangkan atau memodernisasi persenjataan nuklir mereka tanpa kendala yang jelas.

Perkembangan terbaru ini juga menjadi alarm bagi komunitas internasional tentang rapuhnya arsitektur pengendalian senjata global. Tanpa upaya diplomatik yang serius untuk merajut kesepakatan baru, dunia dinilai memasuki fase yang lebih berisiko, di mana pengelolaan ancaman nuklir akan bergantung pada kalkulasi yang lebih tidak pasti dan komunikasi yang rentan putus.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar