Menkeu Purbaya Bantah Risiko Downgrade Moodys, Sebut Fundamental Ekonomi Menguat

- Jumat, 06 Februari 2026 | 13:10 WIB
Menkeu Purbaya Bantah Risiko Downgrade Moodys, Sebut Fundamental Ekonomi Menguat

Merespons keraguan pasar soal kemampuan bayar utang, Purbaya bersikap tegas. Dia menyatakan tidak ada alasan untuk khawatir mengenai komitmen Indonesia dalam memenuhi kewajibannya. Menurutnya, kekhawatiran semacam itu hanya bersifat jangka pendek dan timbul dari ketakutan yang tidak perlu.

"Nggak ada alasan ketakutan kita nggak bisa bayar atau kita nggak mau bayar utang. Dua-duanya kita penuhin, jadi harusnya nggak ada masalah. Ini saya pikir hanya yang jangka pendek saja ya. Kalau orang yang penakut ya akan takut," kata Purbaya.

Di sisi lain, dia menyadari kekhawatiran Moody's terhadap beban anggaran dari program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk itu, dia berkomitmen melakukan peninjauan langsung terhadap anggaran di berbagai kementerian dan lembaga guna memastikan efektivitas dan mencegah pemborosan.

"Program MBG kita pastikan berjalan tepat sasaran, efektif dan efisien. Jangan sampai ada pemborosan yang tidak terkontrol di sana. Itu mungkin Moody’s juga khawatir di situ. Saya sekarang boleh melihat anggaran Kementerian Lembaga yang lain, kata DPR. Saya akan lihat satu-satu," jelasnya.

Mengenai perhatian Moody's terhadap kehadiran BPI Danantara, Purbaya memilih untuk tidak berkomentar mendalam. Namun, dia memberikan sinyal positif dengan menyebut bahwa badan tersebut diharapkan dapat mendorong BUMN bertindak lebih gesit seperti sektor swasta, sehingga dampaknya dinilai akan positif setelah berjalan.

"Danantara biarkan Danantara yang menjelaskan. Harusnya sih arahnya bagus. Karena itu BUMN dibuat bertindak seperti private sector. Harusnya sih bagus. Ini masih baru kan, orang baru melihat. Tapi setelah nanti berjalan, saya pikir akan positif dampaknya," pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar