MURIANETWORK.COM - Pemerintah Rusia menyuarakan keprihatinan serius atas meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan Iran, yang digambarkan bak "bom waktu" yang siap meledak. Kekhawatiran ini disampaikan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov di tengah perundingan nuklir kedua negara yang belum menunjukkan kepastian. Menurut Lavrov, eskalasi ini tidak hanya mengancam Iran, tetapi juga stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.
Peringatan Lavrov: Ranjau yang Menunggu untuk Diinjak
Dalam wawancara eksklusif dengan stasiun televisi RT, Lavrov menggunakan metafora yang gamblang untuk menggambarkan situasi yang genting. Ia memperingatkan bahwa ketegangan yang ada saat ini sarat dengan potensi konflik yang bisa terpicu secara tiba-tiba.
Kepentingan Rusia dan Hubungan Dekat dengan Iran
Lavrov dengan tegas menegaskan posisi Iran sebagai mitra penting bagi Moskow. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa Rusia memiliki kepentingan langsung dalam menjaga stabilitas di kawasan, mengingat kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang telah lama terjalin antara kedua negara.
Artikel Terkait
AS Ultimatum Iran 48 Jam Buka Blokade Selat Hormuz, Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik
Kemenhub Luncurkan Nusantara Hub untuk Pantau Arus Mudik Lebaran 2026 Secara Real-Time
Mantan Pelatih Timnas Indonesia Ingatkan Bulgaria Soal Tantangan Cuaca di FIFA Series 2026
Kemnaker Hapus Batasan Tahun Kelulusan untuk Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026