AS Ajak 50 Negara Bentuk Blok Perdagangan Mineral untuk Kurangi Ketergantungan pada China

- Kamis, 05 Februari 2026 | 10:30 WIB
AS Ajak 50 Negara Bentuk Blok Perdagangan Mineral untuk Kurangi Ketergantungan pada China

MURIANETWORK.COM - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajak lebih dari 50 negara, termasuk Jepang, India, dan Uni Eropa, untuk membentuk blok perdagangan mineral strategis. Inisiatif ini digagas sebagai respons terhadap dominasi China di sektor kritis tersebut dan upaya memperkuat ketahanan rantai pasokan global yang dinilai masih rapuh.

Pertemuan Tingkat Menteri di Washington

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memimpin pertemuan tingkat menteri di Washington pada Rabu (4/2/2026) untuk merumuskan rencana tersebut. Pertemuan yang dihadiri puluhan negara mitra itu menandai langkah diplomatik konkret dari Washington untuk mengkoordinasikan kebijakan perdagangan mineral di luar pengaruh Beijing.

Usulan Mekanisme Pasar Baru

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden AS JD Vance menyoroti kondisi pasar mineral internasional yang terus mengalami tekanan. Ia mengusulkan dibentuknya mekanisme penetapan harga minimum sebagai salah satu cara untuk menciptakan iklim persaingan yang lebih sehat dan stabil.

"Tujuannya sangat sederhana, yaitu diversifikasi, diversifikasi pasokan global dan pasar mineral," tegas Vance.

Usulan ini dinilai sebagai upaya untuk membangun fondasi pasar yang lebih transparan dan dapat diprediksi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu pemain utama.

Langkah Strategis Jangka Panjang

Pembentukan blok perdagangan ini bukanlah langkah spontan, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas. Hanya beberapa hari sebelumnya, pemerintahan Trump telah mengumumkan proyek senilai 12 miliar dolar AS untuk membangun cadangan strategis logam tanah jarang. Kedua langkah ini saling terkait, menunjukkan pendekatan berlapis yang menggabungkan diplomasi multilateral dengan penguatan kapasitas domestik.

Analisis melihat langkah-langkah ini sebagai upaya sistematis untuk merestrukturisasi tata kelola perdagangan komoditas strategis di tengah persaingan geopolitik yang semakin ketat. Keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada kohesi dan komitmen jangka panjang dari seluruh negara yang terlibat.

Komentar