Xi Jinping Serukan Sikap Saling Hormat dengan AS dan Pererat Kemitraan dengan Rusia dalam Diplomasi Telepon

- Kamis, 05 Februari 2026 | 13:20 WIB
Xi Jinping Serukan Sikap Saling Hormat dengan AS dan Pererat Kemitraan dengan Rusia dalam Diplomasi Telepon

MURIANETWORK.COM - Presiden China Xi Jinping mengadakan pembicaraan telepon terpisah dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (4/2) waktu setempat. Dalam serangkaian diplomasi jarak jauh ini, Xi menyerukan sikap saling menghormati dengan Washington sambil mempererat kemitraan dengan Moskow, dengan isu-isu regional seperti Taiwan, Ukraina, dan Iran menjadi bagian dari pembahasan.

Nuansa Diplomasi yang Berbeda dalam Dua Percakapan

Meski ketiga pemimpin sama-sama menegaskan komitmen untuk mempertahankan hubungan bilateral yang konstruktif, nada dan penekanan dari kedua percakapan tersebut menunjukkan perbedaan yang cukup jelas. Ringkasan resmi yang dirilis ke publik menggambarkan dinamika hubungan internasional yang kompleks, di mana China menjalankan pendekatan yang berbeda terhadap dua kekuatan besar dunia tersebut.

Dalam percakapan dengan pemimpin AS, Xi secara khusus menyoroti kepekaan isu Taiwan, menekankan perlunya kehati-hatian. Sebaliknya, dialog dengan Putin diwarnai dengan pujian atas kekuatan kemitraan strategis yang terjalin antara Beijing dan Moskow.

Pernyataan Trump Usai Bicara dengan Xi Jinping

Presiden Donald Trump, melalui platform Truth Social, memberikan tanggapan positif usai berbicara dengan Presiden Xi. Dia menggambarkan percakapan itu sebagai dialog yang produktif dan mendalam.

"Hubungan dengan China, dan hubungan pribadi saya dengan Presiden Xi, sangat baik, dan kami berdua menyadari betapa pentingnya untuk menjaganya tetap seperti itu," ujar Trump.

Dalam pernyataannya, mantan presiden AS itu juga mengungkapkan bahwa mereka membahas beragam agenda mulai dari perdagangan, isu militer, hingga rencana kunjungannya ke Beijing pada April mendatang. Topik sensitif seperti Taiwan, perang di Ukraina, dan dinamika terkait Iran juga turut dibicarakan.

Respons Putin dan Pujian atas Kemitraan dengan Beijing

Sementara dari kremlin, Presiden Vladimir Putin menyoroti stabilitas yang diberikan oleh hubungan bilateral Rusia-China di tengah ketegangan global. Putin menilai kerja sama di bidang ekonomi, politik, dan keamanan antara kedua negara bukan hanya menguntungkan kedua pihak, tetapi juga berperan sebagai penyeimbang di kancah dunia yang kerap dilanda gejolak.

Pernyataan dari Moskow ini menggarisbawahi pendekatan China yang tampaknya lebih harmonis dan selaras dengan Rusia, dibandingkan dengan hubungannya dengan Amerika Serikat yang diwarnai oleh sejumlah poin perbedaan strategis yang masih harus dikelola dengan hati-hati oleh kedua belah pihak.

Komentar